Sundulan pemain ABC Wirayudha ke gawang Trisakti FC dianulir wasit.

Suka Duka Tim-tim Liga Jakarta U17 di Piala Soeratin U17, Ada yang Lolos, Ada yang Ingin Fokus di Liga Jakarta Saja

Posted on

JAKARTA – Sejumlah tim yang tampil di Liga Jakarta U17 Piala Gubernur 2025 juga berlaga di Piala Soeratin U17 yang tengah berlangsung saat ini.

Mereka antara lain Bina Mutiara, Batavia FC, UMS, ABC Wirayudha, Pemuda Jaya, dan Bintang Kranggan.

UMS tampil di Grup D. Kalah 2-4 dari Villa 2000 B dan menang 2-1 atas Urakan FC. Dengan hasil itu, UMS gagal melangkah ke babak kedua.

“Perjalanan kami cukup berliku dan penuh perjuangan,” kata salah satu bintang UMS, Oka Dwi Caksono.

Meski gagal melangkah ke babak knock out, Oka mengaku bangga dengan perjalanan timnya.

Menurut Oka, setelah bermain 16 kali di Liga Jakarta U17, mereka bermain cukup bagus di Piala Soeratin. Sayangnya, katanya, teman-temannya masih kerap bermain individual sehingga hasilnya tidak maksimal.

Sementara itu, Raga Negeri bermain di Piala Soeratin zona Banten. Mereka satu grup dengan Putera Tangerang dan Persigon. Namun, zona Banten belum memulai pertandingan.

Reza, salah satu top skor Liga Jakarta U17 Piala Gubernur, mengaku lebih optimis menghadapi Piala Soeratin kali ini karena sudah 17 kali bertanding di Putaran 1 Liga Jakarta U17.

“Kami punya jam terbang cukup tinggi setelah 17 kali main di Liga Jakarta. Itu membuat kami lebih matang, tahu bagaimana menjaga konsistensi bermain,” terang Reza.

Sementara ABC Wirayudha bermain di Grup E bersama Jakarta United FC dan Trisakti FC.

Menurut coach Arifin Adam, ABC menang 7-1 atas Jakarta United dan 0-0 lawan Trisakti FC.

“Lawan Trisakti seharusnya kami menang setidaknya 3-0, tapi gol-gol kami dianulir wasit dengan alasan yang aneh-aneh,” kata coach Arifin.

“Banyak keputusan kontroversial sampai terjadi keributan antara pelatih Trisakti dan wasit,” kata Achmat Nabil, top skor Liga Jakarta dengan 21 gol.

“Padahal target kami jadi juara di Piala Soeratin,” tambah Arifin. “Target kami dihancurkan oleh wasit yang bobrok. Kok tendangan sudut diheading dianggap offside?”

Trisakti lolos ke babak kedua setelah menang 8-1 atas Jakarta United FC.

Seperti Reza dari Raga Negeri, Nabil juga mengakui penampilan mereka di Piala Soeratin lebih bergereget karena cukup lama mengasah diri di Liga Jakarta U17 di Pancoran Soccer Field.

Sayangnya, mereka memang harus pasrah oleh keputusan-keputusan kontroversial wasit.

Sementara itu, Batavia FC lolos ke babak berikutnya di Grup C bersama Putra Indonesia dan Bintang Kranggan yang juga berkiprah di Liga Jakarta U17.

Batavia FC menang 5-0 atas Putra Indonesia dan 1-0 atas Bintang Kranggan.

Hasil itu, kata Abi Naya Adila Dmitri, pemain Batavia FC, karena pengaruh signifikan dari keikutsertaan mereka di Liga Jakarta U17. “Kami bisa mengatasi banyak rintangan karena kerja keras dan kekompakan tim,” kata Abi Naya.

“Pertandingan di Liga Jakarta U17 membantu kami memahami kekuatan dan kelemahan tim, serta memberikan pengalaman berharga dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan,” tambah Abi Naya.

Raga Negeri juga lolos ke babak kedua setelah menang 2-0 atas Taruna Persada dan 6-0 atas Persija Selatan. “Senin (18/8) kami akan bertemu tim kuat Persija Jakarta (Pusat),” kata coach Aef Berlian.

Menurut salah satu pemain pilar Bina Mutiara, M. Rana Saffi Pasi, persiapan mereka memang cukup maksimal, terutama pertandingan-pertandingan yang melelahkan di Liga Jakarta. Juga pengalaman mereka masuk final Piala Soeratin U15 tahun lalu.

Namun, tak semua tim bisa mengambil manfaat maksimal dari Liga Jakarta U17. Pemuda Jaya, misalnya.

Mereka bisa menang 4-0 atas Jakarta City FC, namun kemudian kalah 0-4 dari AS-IOP.

“Mereka kalah mental duluan lawan AS-IOP,” kata coach Bagus Tristyanovan. “Akibatnya semua kemampuan mereka hilang.”

Di sisi lain, Bintang Kranggan juga tak lolos ke babak kedua Piala Soeratin.

Setelah kalah 0-1 dari Batavia FC, mereka menang 6-1 atas Putera Indonesia. Tapi, hanya juara grup yang bisa lolos ke babak kedua.

“Kami memang tidak terlalu fokus ke Piala Soeratin, makanya kami turunkan pemain-pemain kelahiran 2009,” kata coach Joni Herwanto. “Manajamen bilang, kami harus fokus di Liga Jakarta U17 saja.”

Itulah suka duka sebagian tim yang berkiprah di Liga Jakarta U17 dan tampil juga di Piala Soeratin.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *