JAKARTA, Tim Bekasi FC sukses mencuri kemenangan penting dengan skor 2-0 atas Putera Betawi SS dalam laga lanjutan Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2025. Dua gol kemenangan Bekasi FC diborong oleh gelandang andalan mereka, Bintang, masing-masing pada menit ke-18 dan ke-68 dalam laga yang dihelat di di Lapangan Rumput PSF Pancoran, Rabu (27/8/2025).
Babak pertama berlangsung dalam tempo sedang, dengan Putera Betawi mencoba menguasai permainan melalui penguasaan bola yang lebih dominan. Statistik mencatat tim tuan rumah menguasai 57% jalannya pertandingan, sedangkan Bekasi FC hanya 43%. Namun, efektivitas menjadi pembeda. Pada menit ke-18, Bintang memanfaatkan kesalahan lini pertahanan lawan dan melepaskan sepakan keras yang gagal diantisipasi penjaga gawang pengganti Putera Betawi. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Putera Betawi tetap memegang kendali penguasaan bola, namun serangan mereka kurang tajam meskipun mencatatkan lima tembakan tepat sasaran. Sebaliknya, Bekasi FC lebih klinis dalam memanfaatkan peluang. Pada menit ke-68, Bintang kembali mencatatkan namanya di papan skor memanfaatkan kesalahan pemain belakang Putera Betawi dan dengan mudah menaklukkan kiper dadakan M. Fazril Riffa Pratama. Aksi yang secara langsung memperbesar keunggulan menjadi 2-0. Hingga peluit akhir dibunyikan, skor tidak berubah.
Statistik akhir menunjukkan kedua tim sama-sama tampil agresif. Bekasi FC melepaskan 12 tembakan dengan empat mengarah ke gawang, sementara Putera Betawi mencatat 11 tembakan dengan lima on target. Dari sisi disiplin, laga ini cukup keras dengan total lima kartu kuning—dua untuk Putera Betawi dan tiga untuk Bekasi FC. Putera Betawi juga mencatatkan 10 tendangan sudut berbanding satu milik Bekasi FC.
Pelatih Bekasi FC, Jaja Jahaedi, mengapresiasi kontribusi pemain baru meski mengakui masih ada kekurangan. “Ada perubahan positif dengan datangnya pemain baru yang cepat beradaptasi. Mereka menutupi absennya kapten dan gelandang inti. Namun transisi dari menyerang ke bertahan masih harus diperbaiki, dan kami tekankan agar konsistensi tetap dijaga,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih Putera Betawi, Ode Oskawanto, menyoroti krisis di posisi penjaga gawang sebagai salah satu penyebab kekalahan. “Dua kiper kami absen, sehingga posisi itu diisi pemain tengah. Wajar kami kalah karena titik lemah ada di situ. Meski begitu, anak-anak tetap percaya diri memberi perlawanan,” jelasnya.


