JAKARTA, Mutiara Gemilang dan Bekasi FC harus puas bermain imbang 0-0 dalam lanjutan Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2025 di Lapangan PSF Pancoran, Sabtu (1/11/2025). Hasil ini tidak lepas dari kendala persiapan kedua tim yang sama-sama mengalami ketidakhadiran pemain-pemain kunci.
Pelatih Mutiara Gemilang Alex Rahman mengungkapkan tantangan yang dihadapi timnya. “Mayoritas pemain cadangan. Lima pemain belakang andalan absen, membuat tim pincang,” ujarnya. Strategi yang diterapkan adalah mengunci dua pemain inti Bekasi FC, sambil memperkuat pertahanan dengan lima pemain belakang.
Di sisi lain, Bekasi FC juga menghadapi masalah serupa. Pelatih Jaja Jahaedi mengakui persiapan yang minim sebelum pertandingan. “Pemain yang bisa datang tidak seperti yang direncanakan,” katanya. Uniknya, Jaja meninggalkan lapangan saat babak kedua dimulai, meninggalkan tim tanpa arahan pelatih.
Statistik pertandingan menunjukkan keseimbangan kedua tim. Mutiara Gemilang dan Bekasi FC sama-sama melepaskan 9 tembakan, dengan 3 dan 4 di antaranya mengarah ke gawang. Penguasaan bola juga hampir seimbang, 49% berbanding 51%.
Pertandingan berlangsung dengan tempo lambat, mencerminkan kondisi kedua tim yang tidak dalam komposisi terbaik. Mutiara Gemilang bermain lebih defensif dengan formasi 5-4-1, sementara Bekasi FC kesulitan menembus pertahanan rapat lawan. Kedua kiper tampil solid dan menjadi pahlawan tim masing-masing.
Alex Rahman menilai hasil imbang ini wajar. “Beda jika kami lengkap, saya yakin bisa menang. Bukan tim lawan yang bagus, tim saya juga ada masalah,” ujarnya. Sementara pernyataan Jaja Jahaedi hanya bisa diperoleh sebelum kick off, mengingat ia meninggalkan lapangan saat babak kedua dimulai.
Tambahan satu poin mengangkat Mutiara Gemilang ke posisi 12 klasemen dengan 31 poin, menggantikan Bekasi FC yang kini berada di bawah dengan 29 poin. Hasil ini mencerminkan perjuangan kedua tim yang sama-sama menghadapi keterbatasan dalam penyusunan skuad.


