JAKARTA – Bagi Toyo Haryono, mantan pemain Timnas Indonesia peraih medali emas SEA Games 1991, tujuan utama pembinaan pemain muda kini bermuara pada satu kompetisi: Liga Soeratin U15 yang dijadwalkan bergulir mulai April 2026.
Menurutnya, Liga Soeratin U15 adalah kompetisi sesungguhnya yang sangat dibutuhkan para pemain muda untuk menguji mental dan kemampuan sebelum melangkah ke jenjang karier yang lebih tinggi. Karena itu, Toyo Haryono Football Academy (THFA) siap meninggalkan kompetisi atau turnamen lain yang selama ini mereka ikuti, seperti Liga Top Skor, Liga Kompas, atau IJL (Indonesia Junior League).
Alasan utamanya adalah format kompetisi. Menurut Toyo, turnamen lain seringkali membebankan tim dengan biaya pendaftaran dan pertandingan yang tinggi, serta tidak menjalankan hakikat kompetisi penuh—di mana setiap tim seharusnya bertarung dua kali (home-away) satu sama lain.
Lebih lanjut, Liga Soeratin U15 mewajibkan adanya verifikasi tim yang ketat, termasuk bukti kontrak resmi antara pemain, klub, dan orang tua. Hal ini penting untuk memastikan setiap pemain terikat dan mencegah praktik pembajakan pemain.

“Saya punya pengalaman pahit, satu gerbong tim saya pernah diambil klub lain, Erlangga, di Kawasan Halim Perdana Kusuma,” ungkap Toyo Haryono, menekankan pentingnya legalitas kontrak. Ia pun memastikan THFA akan tampil di Liga Soeratin U15 dengan pemain-pemain hasil binaan sendiri.
Kisah Peto Hanif, Bintang Muda THFA
Salah satu pemain andalan THFA, Peto Hanif, menyambut gembira kesempatan berlaga di Liga Soeratin U15. Bocah kelas III SMP asal Kemayoran ini mengaku sudah berlatih sepak bola sejak usia delapan tahun dengan cita-cita menjadi pemain profesional sekaligus anggota ABRI.
Peto awalnya menggeluti taekwondo, namun karena tubuhnya makin berisi, orang tuanya menyarankan ia beralih ke sepak bola untuk menjaga berat badan. Tak disangka, ia menemukan kecintaan sejatinya di lapangan hijau.
Di THFA, Peto bermain di posisi sayap kanan atau kiri. Sebagai pesepakbola usia dini, Peto pernah membawa timnya menjuarai Liga Centra U16 se-Jabodetabek pada tahun 2025, membuktikan bahwa ia siap menghadapi tantangan di Liga Soeratin U15.


