JAKARTA – Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2025 musim ini telah usai, meninggalkan jejak perjuangan dan m
omen tak terlupakan bagi klub-klub peserta, termasuk Pemuda Jaya.
“Luar biasa,” kata coach Pemuda Jaya, Bagus Trisyanovan mendeskripsikan kesannya terhadap Liga Jakarta U-17 yang digelar pertengahan April hingga awal November.

Namun, di balik dua kata itu, terdapat kisah perjuangan, kekalahan menyakitkan, dan kemenangan sinergis yang menjadi pelajaran berharga bagi Pemuda Jaya.
Momen Puncak dan Pukulan Telak
Menurut Coach Bagus, pertandingan yang paling ringan, tanpa mengurangi rasa hormat, adalah saat timnya menghadapi UMS. Sementara itu, tim yang paling menyulitkan adalah Bina Mutiara dan Batavia FC.
“Dua kali kami menghadapi Bina Mutiara dan Batavia, kami tidak pernah bisa full team dan dua kali pula kami menelan kekalahan,” jelas Coach Bagus mengenai alasan dua tim tersebut menjadi momok terbesar timnya.
Momen kemenangan yang paling mengesankan terjadi di putaran kedua melawan Bintang Kranggan. “Tiga gol yang terjadi dalam pertandingan tersebut adalah gol-gol hasil kerja sama yang bagus, menunjukkan sinergi tim,” kenangnya bangga.

Namun, yang paling menyakitkan adalah kekalahan di putaran kedua melawan Bintang Ragunan. Coach Bagus mengungkap drama di balik kekalahan tersebut:
“Kami bermain dengan kondisi tim sangat pincang, total hanya membawa 14 pemain. Kiper kami, Qawwam [Javier], cedera, dan terpaksa Andhika Maheswara (gelandang) kami mainkan sebagai kiper. Kami kalah melalui penalti di menit akhir pertandingan.”
Menurut Bagus, kendala terbesar yang dihadapi tim selama kompetisi adalah pertandingan di hari Rabu, yang sering kali terganggu karena jadwal sekolah dan kesiapan fisik pemain.
Perkembangan Pemain dan Warisan Klub
Menurut Bagus, Liga Jakarta terbukti menjadi ajang gemblengan yang efektif bagi seluruh pemain dan ofisial tim,
Coach Bagus menyoroti beberapa pemain yang mengalami perkembangan paling pesat setelah tampil di Liga Jakarta: Rizki Ramadhan, Irvan Abdul Kharim, Luthfi Mubarok, dan Romzah.

Dari segi pemberitaan, keikutsertaan Pemuda Jaya dikatakan Bagus sangatlah positif.
“Sangat positif dalam memperkenalkan kembali klub Pemuda Jaya sebagai salah satu klub tertua dan terbaik di Jakarta,” tegasnya.
Untuk musim depan, Bagus menyebut sejumlah pemain yang masih tetap bisa tampil. Sebut saja kiper Qawwam Javier dan Andra Ahza Ghaisan, di belakang ada Luthfi Mubarok, Haikal, dan Putraka Afif Prabowo. Lalu, di barisan tengah, Wildan dan Romzah masih akan tampil, sementara di barisan penyerang Irvan Abdul Kharim masih bisa tampil.
Sejarah Pemuda Jaya
Pemuda Jaya Jakarta merupakan salah satu klub tertua di Jakarta karena berdiri sejak 28 Oktober 1959. Awalnya, Pemuda Jaya hanya organisasi kepemudaan untuk mengisi kemerdekaan Indonesia.
Memasuki 1990-an, setelah lama menjelma menjadi akademi sepakbola, satu persatu klub Pemuda Jaya Jakarta berjatuhan membubarkan diri. Dimulai dari Pemuda Jaya Jakarta Utara, Pemuda Jaya Jakarta Selatan, Pemuda Jaya Jakarta Barat, dan terakhir Pemuda Jaya Jakarta Pusat.
Beruntung masih tersisa dan Pemuda Jaya Jakarta Timur menjadi satu-satunya yang bertahan hingga kini.
Dari satu generasi ke generasi berikutnya Pemuda Jaya tetap berkiprah dalam segala kegiatan sepakbola di Jakarta dan keberadaannya masih diperhitungkan baik di Jakarta Timur maupun di DKI Jakarta.

Memasuki tahun 2000-an, tepatnya pada 1 April 1998 Pemuda Jaya mendaftarkan diri sebagai anggota Biasa di lingkungan PSSI. Kemudian pada 20 September 1999 Pemuda Jaya Jakarta disahkan sebagai anggota Biasa PSSI di Kongres PSSI ke-32.
Maka, sejak saat itu Pemuda Jaya Jakarta berhak untuk mengikuti seluruh kegiatan yang diselenggarakan oleh PSSI (Piala Liga Indonesia Divisi II PSSI yang kini jadi Liga 3) , Liga Remaja U-18 dan U-15).
Pemuda Jaya memiliki pemain di semua kategori usia hingga ke level senior, yatu Liga 4 Indonesia. Klub ini memang didirikan sebagai sarana menyalurkan bakat-bakat muda indonesia ke jenjang yang lebih tinggi di Liga serta Tim Nasional Indonesia
Hasil Pemuda Jaya di Liga Jakarta
Pemuda Jaya menduduki 6 klasemen akhir Liga Jakarta U17 Piala Gubernur 2025 dengan 34 kali bermain, 22 kali menang, 3 kali imbang, dan 9 kali kalah dengan total poin 69. Mereka hanya kalah selisih gol dengan akademi elite PSF Academy yang berada di posisi 5.
Hasil Pertandingan Pemuda Jaya di Liga Jakarta U17
- 20 April – imbang 0-0 lawan PSF FA
- 3 Mei – Menang 2-1 atas ISA Marzuki Bandriawan
- 11 Mei – Menang 2-1 atas Farama FC
- 14 Mei – kalah 1-4 dari ABC Wirayudha
- 17 Mei – menang 5-0 atas UMS
- 25 Mei – menang 1-0 atas Tunas Betawi
- 31 Mei – menang 2-0 atas Bintang Ragunan
- 14 Jun – menang 5-0 atas Urakan
- 18 Jun – menang 2-0 atas Putera Betawi
- 22 Jun – kalah 1-2 dari Bintang Kranggan
- 29 Jun – imbang 1-1 dengan Raga Negeri
- 02 Jul – menang 2-1 atas Bekasi FC
- 05 Jul – kalah 0-1 dari Batavia FC
- 19 Jul – menang 1-0 atas Mutiara Gemilang
- 23 Jul – menang 1-0 SoccerED
- 30 Jul – kalah 1-4 dari Bina Mutiara
- 16 Agu – kalah 0-2 dari Farama FC
- 23 Agu – menang 3-1 atas Bintang Kranggan
- 27 Agu – menang 1-0 atas Tunas Betawi
- 06 Sep – menang WO atas Soccered
- 10 Sep – menang WO atas Putera Betawi
- 13 Sep – imbang 1-1 dengan Bekasi FC
- 20 Sep – menang 1-0 atas Raga Negeri
- 01 Okt – menang 2-1 atas ABC Wirayudha
- 04 Okt – kalah 1-2 dari Bintang Ragunan
- 11 Okt – kalah 1-3 dari Bina Mutiara
- 18 Okt – kalah 0-3 dari Batavia FC
- 22 Okt – kalah 0-3 dari PSF Academy
- 25 Okt – menang 2-1 atas Mutiara Gemilang
- 29 Okt – menang 4-0 atas UMS
- 05 Nov – menang WO atas Batalyon FA
- 06 Nov – menang WO atas Urakan FC
- 08 Nov – menang 2-0 atas ISA Marzuki Bandriawan


