JAKARTA – Panitia penyelenggara Liga Jakarta U17 resmi menggelar workshop bagi para peserta di markas panitia, kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (13/2). Pertemuan dihadiri oleh para pelatih dan pemilik klub. Workshop menjadi momentum krusial untuk mematangkan regulasi kompetisi musim terbaru.
Penggagas sekaligus Head of Liga Jakarta U17, Yoseph Erwiyantoro, menegaskan bahwa kompetisi ini bukan turnamen biasa, melainkan jembatan nyata bagi pemain muda menuju karier profesional.
“Tahun 2025 lalu, sebanyak 21 pemain alumni Liga Jakarta berhasil menembus tim-tim Elite Pro Academy (EPA). Ini adalah bukti bahwa kompetisi kita adalah wadah nyata untuk mewujudkan impian mereka,” ujar Erwiyantoro, wartawan senior yang biasa dipanggil Mbah Coco.
Meski sukses menelurkan bakat, Mbah Coco tidak menutup mata terhadap evaluasi musim lalu yang diikuti 18 klub. Ia menyoroti masalah kedisiplinan, mulai dari tim yang memberikan kemenangan Walk Out (WO) demi turnamen lain, hingga pelanggaran aturan yang berujung diskualifikasi. Untuk itu, tahun ini peserta dibatasi hanya 16 tim terpilih (Klub Asprov/Askot, Akademi, dan SSB) guna menjaga kualitas persaingan.

Format Baru di PSF Pancoran
Ketua Panitia Pelaksana, Juan Firel Syahdar, memaparkan sejumlah perubahan teknis yang signifikan. Berbeda dengan tahun lalu, musim ini seluruh pertandingan dipusatkan di Lapangan Sintetis Pancoran Soccer Field (PSF), Jakarta Selatan. Tahun lalu kompetisi digelar di lapangan rumput.
Detail Kompetisi:
- Sistem: 16 tim dibagi ke dalam 2 grup (masing-masing 8 tim).
- Format: Babak grup menggunakan sistem home and away. Empat tim teratas tiap grup melaju ke babak knockout hingga final.
- Waktu Pertandingan: 2 x 35 menit (istirahat 10 menit), dimulai pukul 10.00 hingga 14.00 WIB.
- Jadwal: Pra-musim digelar pada 28-29 Maret, sementara kompetisi resmi kick-off pada 4 April.
Aturan Ketat dan Sanksi Finansial
Demi meminimalisir kejadian WO yang merugikan, panitia menerapkan sanksi denda yang tegas. Tim yang melakukan WO wajib membayar denda sebesar Rp500.000, di mana uang tersebut akan diberikan langsung kepada tim lawan yang sudah hadir sebagai kompensasi.
Untuk kedisiplinan pemain, tidak ada denda bagi kartu kuning. Namun, kartu merah tidak langsung dikenakan denda Rp50.000, dan kartu merah langsung sebesar Rp100.000.
Terkait identitas tim, panitia membebaskan penggunaan jersey dengan aturan nomor punggung tersedia dari angka 1 hingga 99.
Dengan persiapan yang lebih matang dan evaluasi ketat, Liga Jakarta U17 tahun 2026 diharapkan kembali menjadi kawah candradimuka bagi pesepakbola masa depan Indonesia.***


