JAKARTA, Batavia FC harus rela duduk di peringkat dua klasemen sementara Grup Timur Liga Soeratin U-15 Jakarta 2026. Meski berhasil mengalahkan Farama FC dengan skor 2-1 pada pertandingan pekan kesembilan yang berlangsung di Lapangan PSF Pancoran, Sabtu (3/10), posisi puncak yang sempat mereka raih harus direbut kembali oleh Maesa Pararaiders sehari kemudian.
Laga yang berdurasi 2×30 menit dengan interval 10 menit itu berjalan sengit sejak awal. Batavia FC membuka keunggulan melalui Muhammad Rakha Sumarna pada menit kedua. Pemain yang sama kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-24, membawa Batavia unggul 2-0. Farama FC sempat memperkecil kedudukan melalui Irgi Rezyka Naufan pada menit ke-10, namun tidak mampu menyamakan skor hingga peluit panjang dibunyikan.
Pelatih Batavia FC, Ranu Trisasongko, menilai kemenangan ini memiliki arti penting secara psikologis bagi timnya. “Skor 2-1 ini penting untuk menjadi model secara psikologis pemain saya secara tim. Kalau secara teknis, anak-anak sudah bagus, sudah menjalankan instruksi,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan bahwa timnya sedang dalam proses edukasi taktik dengan mengubah skema dari 4-3-3 menjadi 4-4-2 sebagai bagian dari desain latihan untuk progres pemain ke depannya. Meski demikian, Ranu mengakui masih ada masalah stamina, terutama saat transisi. “Tapi itu wajar karena secara usia rata-rata mereka masih 13 dan 14 tahun, jadi kami upgrade mereka masih di U-15,” jelasnya.
Dari kubu Farama FC, Pelatih Tias Tano Taufik menegaskan bahwa hasil akhir bukanlah tujuan utama. “Saya katakan kepada anak-anak, yang penting kalian ada progres, nggak usah kesal saat kalah apalagi lawan secara materi lebih baik, yang penting evaluasi,” katanya. Ia menekankan bahwa timnya berada di kompetisi terjadwal, bukan festival, sehingga tidak perlu terburu-buru ingin menang. Tias juga menyoroti masih perlunya peningkatan koneksi dan komunikasi di lapangan, terutama karena adanya beberapa pemain baru.
Tambahan tiga poin membuat Batavia FC mengoleksi 23 poin dan sempat naik ke puncak klasemen. Namun, posisi itu hanya bertahan sehari. Maesa Pararaiders berhasil mengambil alih puncak setelah menang 2-0 atas Bintang Ragunan pada Minggu (4/10). Maesa kini duduk di peringkat pertama dengan poin sama, namun unggul selisih gol atas Batavia. Sementara itu, Farama FC tak beranjak dari posisi kelima klasemen dengan total 8 poin.


