JAKARTA – Legenda Arsenal, Theo Walcott, memberikan peringatan tulus kepada bintang muda The Gunners, Max Dowman, terkait potensi dirinya dipanggil masuk ke skuad Inggris asuhan Thomas Tuchel secara instan.
Penyerang berusia 16 tahun tersebut menjadi buah bibir di Premier League setelah terobosan bersejarahnya di bawah asuhan Mikel Arteta. Namun, Walcott percaya bahwa menerima tiket ke Piala Dunia 2026 justru bisa menghambat perkembangan jangka panjang sang pemain muda.
Dowman Cetak Sejarah Premier League
Dowman menjalani musim debut yang sensasional. Baru-baru ini ia mencatatkan namanya dalam buku sejarah sebagai pencetak gol termuda sepanjang masa Premier League pada usia 16 tahun 73 hari.
Gol krusialnya dalam kemenangan 2-0 atas Everton pada pertengahan Maret memicu perdebatan nasional mengenai kelayakannya masuk skuad senior Inggris untuk Piala Dunia musim panas ini.
Meskipun Dowman tidak masuk dalam kamp pelatihan 35 pemain pilihan Tuchel untuk bulan Maret dan justru bergabung dengan Timnas U-19 di Portugal, bos Inggris tersebut secara terang-terangan menolak untuk menutup kemungkinan memilih sang penyerang kreatif itu sebagai kartu as kejutan.
Pelajaran Pahit Walcott dari Tahun 2006
Menoleh kembali pada pengalamannya sendiri saat secara mengejutkan masuk dalam skuad Piala Dunia 2006 asuhan Sven-Goran Eriksson di usia 17 tahun, Walcott mendesak remaja tersebut untuk memprioritaskan pertumbuhan emosional di atas kejayaan sesaat.
Mantan pemain sayap Arsenal dan Everton itu mengaku akan mengubah masa lalunya jika diberi kesempatan.
“Saya harap dia [Dowman] tidak pergi,” ujarnya kepada Daily Mirror. “Saya tidak bermaksud buruk, karena jika saya bisa memutar waktu, saya akan mengubah banyak hal.”
“Saya akan berkata pada diri sendiri: ‘Jangan, jangan lakukan itu’, tapi coba katakan itu pada anak usia 17 tahun! Saya melihat posisi dia dan saya berbeda karena dia bermain di Premier League, tapi dia perlu tumbuh dengan kecepatannya sendiri, terutama dari sisi emosional.”
Persaingan Ketat di Sisi Sayap
Walcott menekankan bahwa opsi lini serang Inggris saat ini berada di level tertinggi sepanjang masa, berbeda dengan situasinya dulu. Ia merasa Dowman tidak perlu dipaksa memikul beban berat karena Inggris sudah memiliki pemain sayap yang luar biasa seperti Bukayo Saka, Noni Madueke, Jarrod Bowen, Anthony Gordon, hingga Harvey Barnes.
Fokus utamanya adalah melindungi Dowman dari sorotan media yang intens, memastikan pengenalan internasionalnya hanya terjadi ketika dia sudah siap secara mental dan emosional.
Apa Langkah Selanjutnya?
Meskipun Dowman terus memukau bersama Timnas U-19 Inggris—setelah mencetak gol melawan Wales—fokus utamanya tetaplah membantu Arsenal mengejar trofi.
The Gunners sangat berhati-hati dalam mengelola menit bermainnya sebagai pemain super sub, peran yang membuatnya tetap rendah hati di tengah keriuhan media.
Apakah Tuchel akan berjudi atau mengikuti saran Walcott, lintasan karier Dowman menunjukkan bahwa ia akan menjadi pilar Three Lions di tahun-tahun mendatang.***


