JAKARTA – Bina Mutiara bermain imbang 2-2 melawan Farama FC dalam pertandingan penutup Liga Jakarta U17 Piala Gubernur 2025 di Lapangan Sintetis 1 Pancoran Soccer Field, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (12/11).
Dengan hasil itu, tim asuhan coach Aef Barlian tetap aman sebagai juara Liga Jakarta U17 Piala Gubernur 2025 dengan mengumpulkan 81 poin, sementara Farama total meraih 77 poin.
Laga terakhir sendiri layaknya pertandingan final karena mempertemukan tim peringkat 1 dan 2. “Ini ajaib. Kami tidak melakukan setting apapun untuk mempertemukan dua tim teratas di laga terakhir. Ini terjadi kebetulan saja,” kata Yoseph Erwiyantoro, CEO Liga Jakarta U17.

Meskipun sudah tak lagi menentukan, pertandingan berjalan menarik. Farama unggul lebih dulu melalui Alzio Tanaka di menit 30. Namun, tak sampai 1 menit kemudian, Bina Mutiara langsung membalas lewat tendangan keras Haidar Patin.
Bina Mutiara bahkan sempat unggul 2-1 melalui gol Muhammad Fahmi Fauzi. Farama terhindar dari kekalahan setelah Irgi Alarif Firizki menceploskan bola ke gawang Bina Mutiara yang dijaga kiper pengganti Andrei Arshavin Satria Gama.
Coach Aef Barlian memang banyak melakukan pergantian sejak menit 32 babak pertama dengan memasukkan pemain-pemain yang sebelumnya banyak duduk di bangku cadangan. Total Bina Mutiara melakukan 7 pergantian pemain sejak menit 53.

Hal itu biasa dilakukan Aef setelah Bina Mutiara mengungguli lawan. Selain itu, untuk laga terakhir sendiri, pertandingan sendiri sudah tak menentukan. Kalah atau menang, Bina Mutiara tetap jadi juara.
Sementara itu, H. Firdaus, pemilik klub Bina Mutiara dan pimpinan Remaja Masa Depan, menyebutkan Bina Mutiara sebenarnya tak menargetkan jadi juara di Liga Jakarta U17 Piala Gubernur 2025.
Namun, pada akhirnya, begitu terjadi kejar mengejar poin di pertandingan-pertandingan terakhir, khususnya dengan Farama, H. Firdaus terpaksa memberikan bonus Rp100 ribu kepada setiap pemain bila memenangkan pertandingan di dua laga terakhir.


Apakah Firdaus juga memberikan bonus kepada pemain setelah mereka jadi juara? “Saya pikirkan,” katanya. “Tapi, pada dasarnya, di masa pembinaan ini, kita sedapat mungkin menjauhkan anak-anak dari hal-hal yang berbau materi.”
Pada hari terakhir Liga Jakarta U17, juga turut bertanding Bintang Kranggan versus UMS. Di laga ini, Bintang Kranggan menang 1-0 sekaligus mematri mereka berada di posisi 3, menggeser tim elite Batavia FC.
Penyelenggara juga memberikan trofi Sepatu emas kepada striker ABC Wirayudha, Achmat Nabil, yang mampu melesakkan 29 gol sepanjang kompetisi. Trofi diserahkan I Gede Widiade, pemilik lapangan PSF yang memfasilitasi seluruh kegiatan pertandingan sekaligus menutup kompetisi. ***


