JAKARTA, Dalam lanjutan kompetisi sepak bola Liga Jakarta U-17 2025, Bekasi FC dan ISA MB harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 1-1 di Lapangan PSF Pancoran, Sabtu (20/9/2025).
Kedua gol tercipta sangat cepat di awal babak pertama melalui Mathoes Maulana Kirby P (Bekasi FC) menit ke-10 dan Muhammad Rizky Alif Syahriza (ISA MB) menit ke-12.
Hasil ini terasa adil bagi kedua tim yang sama-sama tengah mengalami tren negatif. Bekasi FC (peringkat 12) dan ISA MB (peringkat 11) sama-sama belum meraih kemenangan dalam dua laga sebelumnya, sehingga satu poin yang mereka peroleh sedikit meredam laju negatif tersebut. Meski jika ditilik lebih dalam, Bekasi FC semestinya bisa mendapat poin maksimal karena lawan sempat turun hanya dengan 9 pemain hingga pertengahan babak pertama.
Secara statistik, pertandingan menunjukkan permainan cukup berimbang dengan dinamika berbeda. Bekasi FC mendominasi penguasaan bola dengan 56%, sementara ISA MB hanya 44%. Namun, dominasi itu tidak diimbangi dengan efektivitas. ISA MB justru lebih tajam dengan menghasilkan 9 tembakan, 6 di antaranya mengarah ke gawang. Sebaliknya, Bekasi FC hanya melepaskan 2 tembakan tepat sasaran dari total 6 percobaan.
Pertandingan juga berjalan alot dan dinodai oleh sejumlah pelanggaran. Bekasi FC tercatat melakukan 13 pelanggaran dan menerima 3 kartu kuning. ISA MB melakukan 10 pelanggaran dan mendapat 1 kartu merah. Bekasi FC juga lebih sering terjebak offside (7 kali) dibandingkan lawannya (2 kali).
Usai laga, pelatih kedua tim memiliki penilaian berbeda. Rio, Manajer Bekasi FC, mengkritik mental dan kedisiplinan timnya. “Cara main tim kami jelek banget, padahal lawan sempat hanya punya 10 orang. Semua terjadi karena anak-anak mainnya egois. Mereka tidak bisa baca ruang dan terbawa arus permainan lawan,” ujarnya. Ia juga menyayangkan absennya playmaker kunci yang membuat strategi tim berantakan.
Di sisi lain, Joko Kuspito, Pelatih ISA MB, justru bersyukur dan bangga dengan performa anak asuhnya. Ia mengapresiasi kemampuan timnya yang mampu bertahan dan tetap disiplin secara taktis meski sempat harus bermain dengan 10 pemain. “Dengan segala hambatan itu, secara keseluruhan dari aspek teknis para pemain telah lebih berkembangan,” tuturnya. Ia pun yakin hasil akan lebih baik jika timnya bisa turun dengan kekuatan penuh.
Imbang 1-1 ini membuat kedua tim harus bekerja lebih keras untuk segera keluar dari zona bawah klasemen. Bekasi FC dan ISA MB perlu segera mengevaluasi permainan mereka, terutama dalam hal efektivitas serangan dan kedisiplinan taktis, untuk menargetkan kemenangan pada laga-laga selanjutnya.


