JAKARTA, Kompetisi Liga Jakarta U-17 akan menutup musimnya dengan laga menarik antara dua tim papan atas, Farama dan Bina Mutiara, yang akan digelar di PSF Soccer Field, Pancoran, pada Rabu (11/11/2025) pukul 13.00 WIB. Pertandingan ini menjadi laga terakhir kompetisi sekaligus ajang adu gengsi antara juara dan runner-up klasemen sementara.
Meski Bina Mutiara sudah memastikan diri sebagai juara usai menundukkan Raga Negeri dengan skor 3-2 pada laga sebelumnya, duel melawan Farama tetap diprediksi berlangsung sengit. Tim asuhan Aef Berlian kini mengoleksi 80 poin, unggul empat angka dari Farama yang berada di posisi kedua dengan 76 poin.
Bagi Farama, pertandingan ini menjadi kesempatan terakhir untuk menutup musim dengan catatan positif. Pelatih Hilman Akbar menegaskan bahwa timnya akan tetap tampil maksimal meski hasil akhir tak lagi memengaruhi posisi di klasemen.
“Kami tetap ingin memaksimalkan setiap pertandingan dan menjaga tren positif yang sudah berjalan. Selamat untuk Bina Mutiara atas gelar juaranya. Tidak ada instruksi khusus, pemain hanya diminta bermain konsisten seperti sebelumnya,” ujar Hilman.
Di sisi lain, pelatih Bina Mutiara, Aef Berlian, mengaku akan menurunkan sejumlah pemain pelapis untuk memberi kesempatan tampil di laga terakhir musim ini.
“Puncak perjuangan kami sebenarnya sudah tercapai saat memastikan gelar juara pekan lalu. Besok kami bermain lebih lepas, dan saya ingin memberikan kesempatan bagi pemain cadangan untuk tampil sejak awal,” jelasnya.
Sebelumnya, Bina Mutiara sukses mengalahkan Raga Negeri (peringkat 9) dengan skor tipis 3-2, sementara Farama menundukkan Bintang Kranggan (peringkat 3) dengan kemenangan meyakinkan 3-0. Catatan impresif tersebut menambah daya tarik duel ini, di mana kedua tim sama-sama memiliki motivasi tersendiri untuk menutup musim dengan kemenangan.
Bintang Kranggan-UMS
Selain laga utama, kompetisi juga akan menampilkan pertandingan lain antara Bintang Kranggan (peringkat 3) melawan UMS (peringkat 15). Bintang Kranggan berambisi mengamankan posisi tiga klasemen akhir dengan tampil penuh kekuatan.
“Kami datang full team untuk amankan posisi tiga klasemen. Tim akan bermain normal dengan gaya khas kami, agresif dengan operan cepat dan umpan pendek,” ujar pelatih Johni Herwanto.
Sementara itu, pelatih UMS, Nuh Habibi, menegaskan timnya juga akan tampil dengan kekuatan terbaik untuk menutup musim dengan hasil positif.
“Kami akan tampil full team dan mencoba bermain sebaik mungkin di partai terakhir ini,” ujarnya.
Meski tidak lagi menentukan gelar juara, laga-laga terakhir Liga Jakarta U-17 tetap menjadi ajang pembuktian karakter dan semangat sportivitas para pemain muda yang telah berjuang sepanjang musim.


