JAKARTA, Bintang Kranggan menutup perjalanan mereka di kompetisi Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur DKI Jakarta 2025 dengan kemenangan tipis 1-0 atas UMS, Rabu (12/11/2025) di Lapangan PSF Pancoran. Gol tunggal Zahran Nur Rapi di menit ke-32 menjadi penentu kemenangan yang memastikan tim asuhan Johni Herwanto finis di posisi ketiga klasemen akhir dengan 73 poin.
Sementara itu, UMS harus puas menutup musim di peringkat ke-15 dengan 24 poin. Posisi juara diraih oleh Bina Mutiara dengan 81 poin, disusul Farama di urutan kedua dengan 77 poin. Dua tim pemuncak itu bertemu di laga terakhir dan berakhir dengan hasil imbang 2-2.
Laga berlangsung ketat sejak peluit awal. Bintang Kranggan tampil percaya diri dengan ciri khas permainan cepat satu-dua sentuhan dan penguasaan bola di lini tengah. Meski menguasai jalannya pertandingan dengan ball possession 54%, mereka harus bekerja keras membongkar pertahanan rapat UMS yang menumpuk pemain di area belakang.
Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-32. Memanfaatkan ruang kosong di sisi kanan pertahanan lawan, Zahran Nur Rapi melepaskan tembakan mendatar keras yang gagal diantisipasi kiper UMS. Gol tersebut menjadi satu-satunya yang tercipta hingga akhir laga meski Bintang Kranggan mencatatkan 11 tembakan, dengan enam di antaranya tepat sasaran.
UMS sempat berupaya bangkit di babak kedua lewat serangan balik cepat. Mereka mencatat lima percobaan tembakan dengan tiga mengarah ke gawang, namun penyelesaian akhir yang kurang tajam membuat peluang mereka sirna.
Pelatih Bintang Kranggan, Johni Herwanto, mengaku puas dengan hasil yang melebihi ekspektasi manajemen. “Pemain tampil lepas dengan gaya khas kami: kolektif, disiplin, dan sabar dalam membangun serangan. Target kami hanya empat besar, tapi syukur bisa tembus tiga besar. Ini hasil kerja keras semua pemain,” ujar Johni usai pertandingan.
Sementara pelatih UMS, Santos, tetap mengapresiasi semangat anak asuhnya. “Kami datang dengan komitmen penuh meski hasilnya tidak berpengaruh pada klasemen. Anak-anak tetap bermain serius. Gol yang tercipta karena kelengahan di belakang, dan itu menjadi catatan kami untuk musim depan,” katanya.
Secara taktikal, Bintang Kranggan tampil dengan pendekatan possession football berbasis umpan-umpan pendek yang menekan lini tengah lawan. Distribusi bola antar lini berjalan efektif dengan pressing tinggi setiap kehilangan bola. Kombinasi gelandang serang dan sayap aktif menjadi kunci terbentuknya gol kemenangan.
Sebaliknya, UMS yang mengandalkan formasi 4-4-2 bermain lebih reaktif. Mereka menunggu momen serangan balik cepat dengan mengandalkan kecepatan sayap, namun transisi dari bertahan ke menyerang kerap terlambat. Lini belakang mereka juga terlihat kesulitan menghadapi mobilitas pemain depan Bintang Kranggan.
Statistik pertandingan memperkuat dominasi Bintang Kranggan: 54% penguasaan bola, enam tembakan tepat sasaran, dan tiga tendangan sudut. Meski begitu, UMS menunjukkan disiplin cukup baik dengan hanya empat pelanggaran dan tanpa kartu.
Kemenangan ini menjadi penutup manis bagi Bintang Kranggan yang sukses menjaga konsistensi hingga akhir musim. Bagi UMS, kekalahan ini menjadi pelajaran berharga untuk memperkuat aspek mental, disiplin, dan organisasi tim sebelum kembali berlaga di musim depan.


