JAKARTA – Pertandingan superseru tersaji di lapangan sepakbola PSF, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (2/11). Bina Mutiara sukses membalikkan keadaan setelah tertinggal 0-1 dari Batavia FC untuk menang 2-1 dalam laga lanjutan Liga Jakarta U17 Piala Gubernur 2025.
Duel Batavia FC versus Bina Mutiara ini merupakan laga lanjutan Rabu (29/10) yang dihentikan menit 7 babak kedua karena hujan deras disertai petir. Kedua tim sepakat melanjutkan laga pada Minggu. Saat itu, Bina Mutiara tertinggal 0-1 melalui gol Ahmad Rayhan Qaesar menit 31.
Pertandingan lanjutan berjalan superseru sepanjang 28 menit. Kedua tim sama-sama menurunkan formasi terbaik dan saling serang secara terbuka. Namun, tekanan bertubi-tubi yang diberikan Bina Mutiara membuat Batavia FC kewalahan.
Puncaknya terjadi ketika terjadi handball di kotak penalti. Striker Bina Mutiara Muhammad Rama Fahmi Fauzi dengan dingin berhasil mengeksekusi penalti melalui tembakan kerasnya di menit 49. Skor menjadi 1-1.
Hasil itu membuat anak-anak RMD dari Kedung Waringin Bekasi makin bersemangat. Apalagi, seperti dikatakan coach Aef Barlian, bos RMD H. Firdaus menjanjikan bonus Rp100 ribu per pemain jika mereka menang.
Di menit 53, melalui solo run, Rama mengirimkan assistnya kepada Haidar Patin yang dengan lugas mengarahkan bola ke sudut kiri gawang Batavia yang dijaga Nur Fadli Bagoes Budiono. Skor 2-1 bertahan hingga wasit Dian meniup peluit akhir.
“Anak-anak kurang fokus menghadapi lawan dengan pressing tinggi seperti diperagakan Bina Mutiara,” kata coach Widiantoro soal kekalahan tim Batavia FC.

“Ini sudah menyangkut mental. Karena ditekan terus-terusan, anak-anak masih kurang kuat. Mereka belum terbiasa. Di belakang juga masih banyak yang harus kami perbaiki,” tambah Widi.
Sementara menurut Aef, coach Bina Mutiara, pada pertandingan Rabu sebelumnya, mereka juga menerapkan pressing tinggi untuk mengejar kemenangan. “Tapi pada Rabu kemarin bukan hari mereka,” kata Aef yang tidak bisa mendampingi tim pada laga Minggu dan mempercayakan Nanang Hidayat.
“Beberapa kali tembakan anak-anak tak berhasil membuahkan gol, termasuk aksi Rana.” Ada tembakan yang melenceng, membentur tiang gawang.
Kemenangan memang menjadi harga mati buat Bina Mutiara untuk mempertahankan klasemen di posisi teratas untuk menjaga jarak dengan Farama FC.
Sebelum pertandingan, Bina Mutiara berada di posisi teratas dengan 65 poin setelah memainkan 28 pertandingan. Dengan kemenangan atas Batavia FC, poin Bina Mutiara menjadi 68.
Farama FC sendiri di posisi kedua dengan 64 poin.
Kedua tim masih harus memainkan 2 pertandingan. Farama akan berjumpa Bintang Kranggan pada Rabu (5/11) dan Bina Mutiara pada Sabtu (9/11). Jika memenangkan kedua pertandingan, poin Farama menjadi 70.
Bina Mutiara akan berjumpa Raga Negeri pada Rabu (5/11). Jika bisa memenangkan pertandingan, poin Bina Mutiara menjadi 71 dan otomatis memastikan sebagai juara Liga Jakarta U17 Piala Gubernur 2025, apapun hasil laga mereka melawan Farama pada Sabtu (9/11).
Di atas kertas, Bina Mutiara bisa mengalahkan Raga Negeri, sedangkan Farama dipastikan akan mendapat perlawanan keras Bintang Kranggan.
Laga terakhir Liga Jakarta U17, Bina Mutiara vs Farama bakal benar-benar seru jika Bina Mutiara kalah dari Raga Negeri (poin tetap 68) dan Farama mengalahkan Bintang Kranggan (poin jadi 67).***


