JAKARTA – Pertandingan Pra-Musim Liga Jakarta U17 menyuguhkan drama tingkat tinggi di Lapangan 1 Sintetis PSF Pancoran, Minggu (5/4). Kali ini, Diklat ISA sukses memetik kemenangan tipis namun krusial atas tuan rumah PSF FA dengan skor akhir 3-2.
Sejak kick-off dimulai pukul 12.20 WIB, Diklat ISA langsung tampil menekan. Strategi menyerang yang diterapkan membuahkan hasil manis dengan dua gol yang tercipta di babak pertama.
Pemain tengah Rio Ferdinand langsung membawa Diklat ISA unggul 1-0 di menit 7. Kemudian Fathir Fadilah melesakkan sebuah gol kedua Diklat ISA di menit 23 untuk keunggulan 2-0.
PSF FA, di bawah arahan Coach Satyo Husodo, sebenarnya memberikan perlawanan dan sempat mencetak satu gol, melalui Yesaya Mora Natanael Siahaan di menit 28, namun harus masuk ke ruang ganti dalam posisi tertinggal 1-2.

Pertarungan Fisik di Cuaca Ekstrem
Bermain di bawah sengatan matahari dengan suhu mencapai 35°C tidak menyurutkan semangat kedua tim. Rio Ferdinand berhasil menambah keunggulan Diklat ISA menjadi 3-1 di menit 44.
Tak mau menyerah begitu saja, PSF FA berusaha keras mengejar ketertinggalan. Namun, anak-anak Pancoran ini hanya bisa menambah 1 gol di menit-menit akhir laga melalui kapten Holomon Novesen Simanjuntak yang juga kapten tim.
Ketegangan laga ini tercermin dari catatan wasit Ilyas yang mengeluarkan tiga kartu kuning. Yesaya Mora dari PSF FA harus menerima kartu kuning di menit ke-28. Sementara itu, dua punggawa Diklat ISA, Faza Afiq Caesa Prabu (menit 23) dan Muhammad Fachrizki (menit 69), juga tak luput dari teguran keras wasit akibat permainan keras mereka.
“Anak-anak memang lebih pecaya diri melawan PSF karena selama ini mereka belum pernah kalah dari PSF,” ujar Zuchli Imran Putra, pemilik klub Diklat ISA yang setia menyaksikan para pemainnya tampil.
Meski begitu, ditegaskan Imran, bahwa kemenangan ini belum menjadi patokan penampilan Diklat ISA di musim kompetisi yang akan dimulai pekan ketiga April.
“Kami dan tim lain masih menurunkan semua pemain, mencoba semua komposisi. Keunggulan Diklat ISA karena kami lebih banyak tampil di kompetisi,” tambah Imran.
Sementara itu, Satyo Husodo, pelatih PSF mengaku cukup puas dengan hasil pertandingan karena mereka belum bisa menurunkan semua pemain terbaik. “Sebagian pemain masih berada di luar kota sehingga belum bisa tampi,” ujar coach Dodo, panggilannya.
Dodo mengakui Diklat ISA memang lebih unggul. “Secara fisik dan cara mereka bermain memang lebih baik,” ungkapnya.
Akademi Sepakbola PSF sendiri menurunkan dua tim di Liga Jakarta U17 Piala Gubernur 2026 ini. Tim utama atau A membawa bendera Batavia FC, sementara tim B mengerek bendera PSF.***
Hasil Lengkap Pertandingan Sabtu (4/4)
- Tunas Betawi 2, BTC 1
- Bina Mutiara 2, Satria Sanggeni 0
- Maverick 2, Pemuda Jaya 2
- Bina Taruna 1, Toyo Haryono 0
Hasil Lengkap Pertandingan Minggu (5/4)
- Putra Sejati 5, Bintang Ragunan 1
- Nawasena 0, Putra Nusantara 0
- PSF FA 2, Diklat ISA 3
- Farama 1, Batavia FC 3


