Persija Barat sukses kalahkan Tunas Indonesia 2-1. Foto: Aba Mardjani

Pra-Musim Liga Soeratin U15 – Persija Barat Menggila, Tunas Indonesia Dipaksa Menyerah 1-2 di Arena PSF Pancoran

Posted on

JAKARTA – Persija Barat sukses mengamankan kemenangan penting dalam ajang Pra-Musim Liga Soeratin U-15 2026. Bertanding di tengah cuaca terik bersuhu 33°C di Lapangan Sintetis 1 PSF Pancoran, Sabtu (11/4), skuad asuhan Mardy Mustofa ini berhasil menumbangkan Tunas Indonesia dengan skor tipis 2-1.

Laga dimulai pukul 12.20 WIB dengan intensitas tinggi. Persija Barat yang mengenakan jersey biru langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit pertama. Babak pertama berjalan cukup alot, di mana Persija Barat berhasil memimpin 1-0 sebelum turun minum melalui striker Muhammad Padliansyah di menit 15.

Memasuki babak kedua, Tunas Indonesia yang dikomandoi oleh Radithya Keenan mencoba mengejar ketertinggalan. Upaya itu berbuah manis ketika di menit 35 (babak kedua), Zhaky Mubarok Zulkifli mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Gol penentu kemenangan Persija Barat dilesakkan Haikal Akmal Gifahri di menit 53. Dengan demikian, keunggulan tetap berada di tangan Persija Barat hingga peluit panjang dibunyikan oleh wasit Suryadi.

Skor akhir 2-1 memastikan dominasi Persija Barat di laga pemanasan Liga Soeratin U15 ini

Mardy Mustofa, pelatih Persija Barat, mengaku puas dengan penampilan skuadnya. “Semangat mereka luar biasa,” katanya. “Sayangnya, mereka tidak bisa maksimal karena cuacanya yang sangat panas.”

Menurut coach Mardy, Persija Barat sempat tertekan di akhir babak pertama dan awal babak kedua sampai kemudian tercipta gol balasan. Namun, Mardy berhasil meredam emosi para pemainnya untuk bermain lebih lepas.

Lebih dari itu, Mardy juga sangat mengapresiasi gelaran Liga Soeratin U15 ini karena sangat bermanfaat untuk mengasah kemampuan individu semua pemain. “Anak-anak juga sangat termotivasi mengikuti kompetisi. Semoga ke depan mereka lebih mendapat perhatian,” ungkap Mardy.

Sementara itu, Harry Abrian, tak melihat kekalahan 1-2 Tunas Indonesia sebagai sesuatu yang mengecewakan. Apalagi, katanya, dia menurunkan semua pemain yang dibawa ke Pancoran.

“Kami sedang mencoba komposisi terbaik, jadi semuanya kami mainkan,” kata coach Harry. Selain itu, katanya, sejumlah pemain juga masih berusia 14-an.

Ditambahkan Harry, secara umum dia bangga dengan permainan skuadnya karena apa yang mereka latih selama ini memperlihatkan progres yang bagus di lapangan. Yang dibutuhkan kini, katanya, ketenangan mental pemain, terutama untuk pemain depan ketka punya kesempatan melesakkan gol.

“Beberapa peluang tercipta, tapi semuanya terbuang karena masih kurang tenang,” ungkanya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *