Pertandingan PSF Academy vs Soccered. Foto Joko Dolok

PSF Academy Awali Putaran Dua Liga Jakarta U 17 dengan Raihan Poin Sempurna

Posted on

JAKARTA, Kesebelasan PSF Academy membuka pertandingan putaran dua liga Jakarta U 17 mereka dengan nilai sempurna. Sukses itu diraih usai mengalahkan Soccered dengan skor 2–0, di Lapangan Rumput PSF Pancoran pada Sabtu (16/8/2025). Dua gol kemenangan tim ini masing-tercipta  melalui  M Abdillah Al Fathir di menit awal laga bermula. Sebelum disempurnakan oleh Lutfi Murtadzo  pada menit  menit 53 untuk memastikan keunggulan tim ini.

Pertandingan berjalan ketat sepanjang 70 menit (2×35 menit), dengan PSF Academy tampil lebih efektif meski Soccered mencatatkan penguasaan bola sedikit lebih tinggi (51% berbanding 49%). Statistik juga mencatat Soccered melepaskan 12 tembakan, 9 di antaranya mengarah ke gawang, sementara PSF Academy hanya 10 tembakan dengan 4 tepat sasaran. Namun, ketenangan dalam eksekusi menjadi kunci kemenangan tim asuhan pelatih Supriyono ini.

Gol pertama PSF Academy lahir dari kerja sama apik di lini depan. Al Fathir yang tampil sebagai pemain gelandang memanfaatkan umpan terobos dari kapten Muhammad Arfan Fadil  dan melewati gawang  Soccered  yang dijaga Muhammad Reffan Haryanto, sebelum menuntaskannya dengan dingin pada menit pertama itu. Sedangkan gol kedua muncul dari situasi serangan balik cepat, di mana Lutfi Murtadzo melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau kiper Muhammad Reffan Haryanto.

Pelatih kepala PSF Academy, Supriyono, mengapresiasi progres tim. “Evaluasi dari jeda putaran pertama sudah mulai terlihat. Sistem permainan jalan, semangat tempur ada, meski belum konsisten di semua pemain,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tujuan utama tim adalah menyiapkan pemain muda untuk tampil di Liga 3 dan Liga 4.

Di sisi lain, pelatih Soccered, Iif Afriyandi, mengakui kondisi tim yang tidak ideal. “Banyak pemain tampil di posisi bukan bidangnya karena situasi internal dan bentrok jadwal kompetisi lain,” katanya. Meski kalah, ia tetap bersyukur anak-anak bisa turun dan bekerja keras. Situasi tidak ideal itu terlihat dari jumlah pemain yang hadir di lapangan dimana mereka hanya punya satu pemain cadangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *