Duel perebutan bola antara pemain Tunas Betawi (biru-biru) dengan pemain PSF (merah hati). Foto; Joko Dolok

Buah Manis Permainan Simpel Tunas Betawi Sukses Tekuk PSF 2-1, Perebutan Posisi 8 Besar Makin Ketat

Posted on

JAKARTA, Tunas Betawi berhasil membalikkan kedudukan untuk mengalahkan PSF Academy 2-1 dalam lanjutan Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2025 di Lapangan PSF Pancoran, Sabtu (1/11/2025).

Kemenangan ini tidak lepas dari efektivitas strategi bermain sabar yang diterapkan pelatih Jefri Maseri, membawa timnya semakin dekat dengan zona 8 besar klasemen.

PSF Academy yang berada di peringkat empat klasemen sempat unggul lebih dulu melalui Marley Mohammad Kastor pada menit ke-30. Namun, Tunas Betawi tak berlama-lama tertinggal. Kapten Faqih Khadafi Attalah Suseno menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas pada menit ke-43, disusul gol kemenangan Muhammad Fadil Hasan pada menit ke-47.

Statistik pertandingan menunjukkan PSF unggul dalam penguasaan bola (52%) dan jumlah tembakan (11 berbanding 9), namun Tunas Betawi lebih efektif dengan 5 tembakan tepat sasaran.

Tunas Betawi secara konsisten menerapkan pola permainan sabar dengan sirkulasi bola terukur. Mereka memaksimalkan transisi bertahan-menyerang secara cepat, khususnya melalui sektor sayap. Gol penentu berhasil dicetak setelah memanfaatkan ruang kosong di lini pertahanan PSF yang terlalu agresif.

Sementara PSF Academy terlihat dominan dalam penguasaan bola dan tekanan ofensif, namun sering kali terburu-buru dalam penyelesaian akhir. Pola penyerangan mereka yang monoton memudahkan Tunas Betawi membaca dan memutus aliran bola. Kesalahan individu di lini belakang semakin memperparah ketidakstabilan pertahanan mereka.

Usai pertandingan,  Jefri Maseri mengungkapkan kunci kemenangan timnya. “Kami tidak main ngotot, main simpel dan rapi saja. Gol pertama dari tendangan bebas adalah wujud main simpel itu,” ujarnya. Ia menambahkan, strategi mengalirkan bola tanpa terburu-buru berhasil memanfaatkan kelemahan PSF yang terbiasa bermain cepat.

Sebaliknya, Pelatih PSF Supriyono mengkritisi mental pemainnya. “Pemain over confident saat unggul 1-0. Di babak kedua, determinasi mereka turun dan ini dimanfaatkan lawan,” ujarnya. Ia menyoroti dua gol lawan yang tercipta akibat kesalahan individu dan ketergesaan timnya.

Kekalahan ini membuat posisi PSF Academy terancam turun ke peringkat 5 dengan 61 poin, sama dengan Bintang Kranggan yang masih memiliki jatah pertandingan lebih banyak. Sementara Tunas Betawi mengoleksi 45 poin, hanya terpaut 3 poin dari Raga Negeri di posisi 8.

Pertandingan terakhir kedua tim pada pekan depan akan menentukan nasib perebutan posisi 8 besar. Tunas Betawi berpeluang melangkah ke papan atas jika konsisten menerapkan strategi yang telah terbukti efektif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *