Yoseph Erwiyantoro (kanan) selaku Ketua Panitia Penyelenggara Liga Jakarta U17 dan Liga Soeratin U15 bersama salah satu peserta, Zuchli Imran Putra dari Diklat ISA.

Drawing Liga Jakarta U17 2026 – Diklat ISA Tebar Teror, Bintang Ragunan Siap Guncang Tim Elite

Posted on

JAKARTA – Genderang perang Liga Jakarta U17 tahun 2026 resmi ditabuh. Panitia penyelenggara dari radiobola koaidi dan terminalnews dotko sukses menggelar workshop sekaligus pengundian grup (drawing) pada Jumat (13/2) di kawasan Rawamangun. Sebanyak 16 tim terbaik Jakarta dipastikan siap bertarung habis-habisan mulai 4 April 2026 mendatang.

Drawing dipandu Ketua Panitia Pelaksana Juan Firel Syahdar, Head of Yoseph Erwiyantoro, dan Sekretaris Wempi Fauzi.

Kompetisi musim ini akan membagi 16 peserta ke dalam dua grup, yakni Grup Merah dan Grup Putih. Menggunakan sistem home and away, delapan tim di masing-masing grup akan berebut posisi klasemen demi tiket ke babak 8 Besar yang akan menggunakan sistem gugur hingga partai puncak.

Grup Neraka dan Perang Urat Syaraf

Sorotan tajam langsung tertuju pada Grup Merah. Sekretaris tim Farama FC, Ade Luken, menyebut grup ini sebagai “Grup Neraka” karena dihuni oleh tim-tim favorit juara, termasuk Bina Mutiara yang merupakan juara bertahan Liga Jakarta U17 Piala Gubernur 2025.

Namun, tensi panas tidak hanya milik Grup Merah. Pendiri Diklat ISA sekaligus Ketua Plt Asosiasi Pelatih Sepakbola Indonesia, Zuchli Imran Putra, memberikan peringatan keras kepada lawan-lawannya di Grup Putih. Ia menegaskan bahwa kemenangan adalah harga mati bagi timnya.

“Buat Diklat ISA, semua tim punya kekuatan sama. Saya menanamkan kepada pemain saya bahwa mereka harus merasa malu jika sampai kalah dari lawan tim manapun!” tegas Imran.

Kesiapan Tim dan Prediksi Persaingan

Senada dengan Imran, Risyad Sucahyo selaku pemilik BTC (Bina Taruna Cibubur) dan Nurdianto, pelatih Toyo Haryono FA, sepakat bahwa peta kekuatan musim ini sangat seimbang. Mereka menekankan bahwa tidak ada ruang untuk meremehkan lawan jika ingin tetap kompetitif.

Di sisi lain, Bintang Ragunan menunjukkan optimisme tinggi meski harus merombak skuad.

“Kendalanya tahun ini banyak pemain baru karena faktor usia, tapi Bintang Ragunan Insya Allah bisa tampil lebih baik dari musim lalu,” ujar Coach Teuku Chairul Wisal.

Liga Jakarta U17 2026 diprediksi akan menjadi kompetisi usia muda paling panas tahun ini, mengingat tingginya gengsi dan ambisi besar dari setiap klub anggota Asprov/Askot serta akademi sepakbola di Jakarta.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *