Zuchli Imran Putra (kanan) dan Yoseph Erwiyantoro.

Gila! Beasiswa Ratusan Juta Menanti Bintang Muda di Liga Soeratin U-15 dan Liga Jakarta U-17

Posted on

JAKARTA – Angka ‘13 yang sering dianggap’angka sial justru menjadi berkah luar biasa bagi pembinaan sepakbola usia muda di Jakarta. Tepat pada Jumat, 13 Februari 2026, sebuah kabar spektakuler muncul dalam rangkaian workshop dan undian Liga Jakarta U-17 di markas penyelenggara di Rawamangun.

Para pemain muda yang berlaga di Liga Soeratin Jakarta U-15 dan Liga Jakarta U-17 musim 2026 kini tidak hanya memperebutkan trofi, tetapi juga peluang emas untuk meraih beasiswa profesional dengan total nilai mencapai ratusan juta rupiah.

Beasiswa Fantastis Menuju Liga Profesional

Program beasiswa ini ditujukan bagi 14 pemain terpilih—7 pemain dari kelompok umur U-15 dan 7 pemain dari U-17—yang menunjukkan performa terbaik di posisi masing-masing serta memiliki perilaku (attitude) yang baik.

Penerima beasiswa ini nantinya akan diproyeksikan untuk bergabung dengan klub-klub BRI Liga 1 dan Liga Pegadaian Liga 2 musim 2026-2027. Estimasi nilai beasiswa per pemain berkisar antara Rp20 juta hingga Rp70 juta untuk durasi 7 sampai 9 bulan. Jika ditotal, sang pemberi beasiswa siap menggelontorkan dana sebesar Rp240 juta hingga Rp540 juta demi masa depan talenta muda tersebut.

Sosok di Balik Layar dan Kriteria Ketat

Lalu, siapa yang begitu dermawan mau memberikan beasiswa itu?

Ternyata, ia memang tokoh sepakbola sekaligus pengusaha beranama lengkap  Zuchli Imran Putra, pendiri Diklat ISA seperti diungkapkannya dalam sesi bincang dengan peserta workshop.

Pemilihan pemain tidak akan dilakukan sembarangan, melainkan dipantau langsung oleh tim talent scout berpengalaman, Tias Tano Taufik dan Maman Suryaman, selama kompetisi berjalan 6,5 bulan ke depan.

Adapun kriteria 7 pemain terbaik untuk masing-masing kelompok umur meliputi:

  • Pencetak gol terbanyak dan runner-up.
  • Pemain terbaik dan runner-up.
  • Kiper terbaik dan runner-up.
  • Pemain dengan akhlak paling sopan (pilihan Komisi Wasit).

Menurut Imran, 14 pemain yang terpilih di akhir kompetisi Liga Soeratin U15 dan Liga Jakarta U17 akan dimasukkan dalam tim EPA Semen Padang secara free tanpa biaya apapun.

“Kita tahu, di luaran sana, biaya masuk EPA saja berkisar antara Rp15 juta hingga Rp50 juta,” ujarnya. “Belum lagi biaya-biaya lain selama mengikuti pendidikan atau pelatihan di tim EPA.”

Karena itu, melihat gairah peserta workshop dan mulianya kompetisi yang digelar Yoseph Erwiyantoro dan kawan-kawan, Imran tergerak untuk memberikan beasiswa sekaligus untuk memicu semangat para pemain menempa diri sekaligus menjadi yang terbaik di kompetisi.

Ekspansi Pembinaan Usia Muda

Setelah sukses mengoperatori Liga Jakarta U-17 pada tahun 2025, Radio Bola Koaidi dan Terminalnews Dotko kembali dipercaya mengelola kompetisi tersebut di tahun 2026, sekaligus melebarkan sayap dengan menggulirkan Liga Soeratin Jakarta U-15.

Diharapkan, melalui kompetisi yang terorganisir dan adanya dukungan finansial berupa beasiswa ini, Jakarta dapat terus melahirkan pemain profesional yang mampu menembus skuad Timnas Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *