JAKARTA, Kesebelasan Farama FC gagal memetik angka penuh dalam laga perdana Grup Timur Liga Soeratin Jakarta U-15 2026. Tim binaan Farama Academy ini harus puas bermain imbang 0-0 saat menghadapi pendatang baru Maesa Pararaiders di lanjutan kompetisi yang berlangsung di lapangan PSF Pancoran, Minggu (14/62026).
Secara materi, Farama sejatinya lebih diunggulkan. Selain tim yang solid sejak pertandingan pra musim. Sebagai tim akademi mereka punya kesempatan berlatih lebih padu dan jumlah pemain lengkap. Sebalikya, Maesa yang datang di pertandingan ini dengan skuad terbatas, hanya 13 orang termasuk kiper, mampu tampil padu dan solid untuk bertahan dari serangan lawan.
Kondisi tersebut diakui oleh kapten Farama Arshavin Azka Kurniawan. Menurutnya, kerjasama tim belum terlihat. Masih suka sering salah umpan. “Akibatnya kami main seperti tanpa pola”, katanya.
Menurutnya lagi, para pemain Farama sudah memahami instruksi pelatih, namun tak sepenuhnya bisa diterapkan, apalagi barisan bertahan lawan disiplin menjaga area bertahan mereka.
Sebaliknya Liswanto, selaku pelatih Maesa persiapan tim agak terkendali karena jumlah pemain yang tidak lengkap. Namun demikian, dengan strategi mengutamakan serangan balik dan bertahan secara rapat membuat mereka mampu tampil solid. “Pemain juga tidak terbiasa main di lapangan sintetis, karena latihan di lapangan rumput biasa, jadi alur bola agak tersendat,”paparnya lagi. Dilanjutkan oleh Liswanto, jika kondisi tim ideal, mereka yakin dapat memetik kemenangan dari pertandingan ini.
Hasil seri ini membuat kedua tim untuk sementara berada di papan tengah dari 8 tim grup tim, dengan raihan satu poin hasil pertandingan imbang di laga ini. Sementara puncak klasemen dikuasai Persija Barat yang dipertandingan lain menang dengan skor besar 6-0 atas Kemayoran FC. Diikuti Bintang Ragunan yang juga menang atas lawan mereka ABC Wirayudha dengan angka 2-0. Kemudian di peringkat IV ada Batavia FC yang menang tipis 1-0 atas MC Utama.


