Pertandingan Liga Soeratin Jakarta U-15 antara Bina Taruna (merah-hitam) vs Real Jakarta (hijau-hijau). Foto: Tjandra M. Amin

Kalah 0-4 dari Bina Taruna, Real Jakarta Tak Beranjak dari Dasar Klasemen Sementara

Posted on

JAKARTA, Kesebelasan Real Jakarta (sebelumnya bernama Taruma FC) masih belum mampu keluar dari keterpurukan di Liga Soeratin U-15 Jakarta 2026. Kekalahan telak 0-4 dari Bina Taruna pada pekan keempat Grup Barat membuat mereka tetap menghuni dasar klasemen sementara tanpa satu poin pun dari empat pertandingan yang telah dijalani.

Di pertandingan yang berlangsung pada Minggu (26/7) di Lapangan PSF Pancoran itu, terlihat masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan Real Jakarta. Selain belum mampu meraih poin, tim juga masih kesulitan membangun organisasi permainan yang solid, terutama saat melakukan transisi dari menyerang ke bertahan.

Sebaliknya, Bina Taruna tampil dominan sejak menit-menit awal pertandingan. Muhammad Faqih Al Falrisi membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-14 sebelum Desta Art Sadewo menggandakan skor pada menit ke-22. Desta kembali mencatatkan namanya di papan skor pada babak kedua, sementara Zian Frananda Dwi Amanta melengkapi kemenangan Bina Taruna lewat gol pada menit ke-54.

Pertandingan juga diwarnai empat kartu kuning. Dua kartu diterima pemain Bina Taruna, yakni Darren Donvito Pakpahan dan Muhammad Faqih Al Falrisi. Sementara dari kubu Real Jakarta, penjaga gawang Anugrah serta Kelvin Novadeska turut diganjar kartu kuning oleh wasit.

Manajer Bina Taruna, Arif, menyebut kemenangan tersebut merupakan hasil evaluasi tim setelah pertandingan sebelumnya. Meski puas dengan tambahan tiga poin, ia menilai perkembangan permainan anak asuhnya masih belum sepenuhnya memenuhi target yang telah ditetapkan.

“Kemenangan ini merupakan hasil evaluasi bersama tim pelatih. Kami bersyukur bisa meraih tiga poin, tetapi progres permainan tim masih harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

Di kubu Real Jakarta, pelatih kepala Darius mengakui timnya masih memiliki banyak kelemahan. Menurutnya, para pemain terlalu lama memainkan bola di area pertahanan sehingga serangan menjadi lambat berkembang. Selain itu, pemahaman taktik dan transisi permainan juga belum berjalan sesuai harapan.

“Pemain masih terlalu lama berada di organisasi pertahanan sehingga permainan menjadi lambat. Saat kehilangan bola, transisi ke bertahan juga belum berjalan baik. Itu menjadi salah satu penyebab utama kekalahan kami,” kata Darius.

Ia menambahkan, persiapan tim juga belum ideal karena pemain tidak datang secara bersamaan sebelum pertandingan dimulai. Kondisi tersebut menyulitkan tim pelatih menerapkan strategi secara maksimal.

Darius, yang baru dua kali mendampingi Real Jakarta setelah bergabung di tengah musim, menegaskan akan menerapkan disiplin dalam pemilihan pemain. Menurutnya, kesempatan bermain hanya akan diberikan kepada pemain yang rutin mengikuti latihan.

Kekalahan ini membuat Real Jakarta tetap menjadi juru kunci Grup Barat dengan nol poin dari empat pertandingan. Sebaliknya, Bina Taruna naik ke peringkat kelima dengan koleksi lima poin, menggusur UMS yang turun ke posisi keenam setelah kalah dari Tunas Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *