JAKARTA, Tuan rumah Batavia FC sukses mempertahankan rekor sempurna mereka di Liga Jakarta U-17 2026 setelah mengalahkan Toyo Haryono dengan skor 2-0 pada pekan keempat kompetisi. Kemenangan ini mengukuhkan posisi Batavia di puncak klasemen Grup Putih dengan raihan 12 poin dari empat laga, sementara Toyo Haryono masih terpuruk di dasar klasemen tanpa poin.
Gol kemenangan Batavia tercipta melalui Sabil Sahlan Athoah pada menit ke-36, sebelum gol bunuh diri Devansa Putra Firlana menambah keunggulan pada menit ke-56. Namun, di balik hasil positif tersebut, pengamat menilai ada pekerjaan rumah serius bagi skuad asuhan Widiantoro.
Maman Suryaman, talent scouting Liga Jakarta U-17 yang mengamati jalannya pertandingan, menilai Toyo Haryono sejak awal menerapkan taktik bertahan total dengan menumpuk pemain di area pertahanan. “Mereka sadar kekuatan lawan di atas rata-rata pemain mereka, jadi ini strategi logis,” ujar Maman.
Meski mengakui Batavia sudah rapi di semua lini, Maman menyoroti minimnya kreativitas lini depan. “Pemain depannya kurang kreatif di area pertahanan lawan. Sudah tahu lawan menumpuk pemain, mereka selalu mencoba serangan dari lapangan tengah,” kritiknya. Gol kedua yang tercipta dari proses serangan samping dinilai sebagai langkah tepat, berbeda dengan pola serangan tengah yang kerap buntu.
“Lini belakang bagus, tengah-tengah bagus, depan bagus, cuma pemain-pemain ini enggak pinter di posisi depannya. Lawan kompak defend, ya udah tahu dia kalah kelas, dia menggunakan taktik bertahan total,” tambah Maman.
Hal itu diakui Widiantoro, pelatih Batavia FC yang menyebut jika timnya kesulitan mencetak lebih banyak gol. “Lawan main bertahan dan rapat di zona belakang. Meski menang, tapi tidak seperti yang direncanakan,” ungkapnya.
Sementara itu, Rizki Ardiansa, asisten pelatih Toyo Haryono, membela strategi timnya. “Kami lebih banyak menerapkan strategi main bertahan. Ini karena lawan secara kualitas ada di atas kami. Jadi ini strategi terbaik, meski hasilnya tak mengembirakan.”


