Aksi terbang kiper Bina Mutiara saat menyelematkan gawang dari serangan Putra Sejati. Foto: Prasetyo

Bina Mutiara Kokoh di Puncak Klasemen Usai Libas Putra Sejati 7-1 di Liga Jakarta U-17

Posted on

JAKARTA, Tim Bina Mutiara kembali unjuk kualitas usai menghancurkan Putra Sejati dengan skor 7-1 dalam lanjutan kompetisi sepak bola Liga Jakarta U-17, Minggu (19/7). Kemenangan dari pertandingan pekan ke-4 grup merah ini membuat mereka kian kokoh di punca klasemen sementara dengan raihan sempurna 12 poin dari empat pertandingan.

Hasil tersebut membuat Bina Mutiara unggul dua poin atas Tunas Betawi yang pada pertandingan lain juga meraih kemenangan atas PSF FA. Sebaliknya, Putra Sejati belum mampu keluar dari dasar klasemen setelah hanya mengumpulkan satu poin hasil tiga kekalahan dan satu kali imbang.

Sejak peluit awal dibunyikan, Bina Mutiara langsung mengambil inisiatif serangan. Meski sempat dikejutkan gol cepat Prayudha Dwi Ramadhan pada menit ketiga, mereka mampu merespons dengan permainan agresif dan mencetak tujuh gol balasan.

Rehan Pratama membuka kebangkitan Bina Mutiara pada menit kedelapan, disusul Junior Ale Siyanto semenit kemudian. Muhammad Feroz Rahman membawa timnya berbalik unggul pada menit ke-16, sementara Arfrel Rezky Saputra tampil sebagai bintang lapangan dengan torehan tiga gol pada menit ke-13, 44, dan 69. Satu gol lainnya disumbangkan Stewart Farrel Sormin pada menit ke-61.

Pelatih Bina Mutiara, Rizky Nurpirdaus, menilai kemenangan besar tersebut merupakan hasil dari evaluasi menyeluruh yang dilakukan tim setelah pertandingan sebelumnya dinilai belum memenuhi target permainan yang diharapkan.

“Anak-anak mampu menjalankan instruksi yang kami berikan saat latihan. Selain itu, beberapa pemain utama sudah kembali masuk asrama sehingga kami bisa memainkan formasi terbaik,” ujar Rizky.

Menurutnya, kehadiran kembali sejumlah pemain inti membuat organisasi permainan Bina Mutiara lebih seimbang, baik saat menyerang maupun bertahan. Kondisi itu berdampak langsung pada efektivitas tim dalam memanfaatkan peluang sepanjang pertandingan.

Di kubu Putra Sejati, pelatih Saarih mengakui absennya tiga pemain andalan, termasuk sang kapten, sangat memengaruhi performa tim. Tanpa sosok yang mampu mengatur ritme permainan, lini tengah Putra Sejati kesulitan mengimbangi dominasi lawan.

“Tiga pemain inti kami tidak bisa bermain karena mengikuti kegiatan sekolah. Tidak ada yang mampu mengatur serangan, sementara kemampuan individu pemain juga belum merata. Kami sudah mencoba mengubah pola bermain agar lebih terbuka pada babak kedua, tetapi hasilnya tetap belum berubah,” kata Saarih.

Dengan rekor empat kemenangan beruntun dan produktivitas gol yang terus meningkat, Bina Mutiara adalah salah satu kandidat kuat sebagai tim pertama yang maju ke putaran dua mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *