Duel pemain Bina Mutiara (abu-abu) dengan pemain Bina Taruna (strip merah-biru). Foto: Tjandra M. Amin

Dua Gol Adila Febrian Suhada Putra Bawa Bina Mutiara Juara Paruh Musim Grup Merah Liga Jakarta U-1

Posted on

JAKARTA, Dua gol Adila Febrian Suhada Putra menjadi pembuka dan penutup pesta gol Bina Mutiara saat mengalahkan Bina Taruna 4-0 di Lapangan PSF, Minggu (13/9). Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan Bina Mutiara sebagai juara paruh musim Liga Jakarta U-17 2026 Grup Merah dengan catatan sempurna.

Pertandingan berdurasi 2×35 menit itu berjalan dalam tensi tinggi sejak awal. Bina Mutiara membuka keunggulan melalui Muhammad Muslih pada menit ke-29. Adila Febrian Suhada Putra kemudian menggandakan skor tepat sebelum jeda, pada menit ke-45.

Memasuki babak kedua, Adila kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-54. Rehan Pratama menutup pesta gol Bina Mutiara dua menit berselang, memastikan kemenangan telak 4-0 atas rival mereka tersebut.

Laga panas ini juga diwarnai sejumlah insiden antarpemain yang memaksa wasit mengeluarkan empat kartu kuning. Dua kartu diberikan kepada pemain Bina Mutiara, Zulfikar Setia Najwan dan Rehan Pratama. Dua lainnya untuk pemain Bina Taruna, Raffael Arshavi Samara dan Ibrahim Putakeda Chaniko.

Manajer Bina Mutiara, Roviani, bersyukur anak asuhnya mampu menjalankan instruksi dengan baik meski pertandingan berlangsung dalam tensi tinggi. “Alhamdulillah semua bisa menjalankan instruksi walaupun di pertandingan tadi ada sedikit tensi yang cukup tinggi,” ujarnya.

Namun, ia menegaskan bahwa aspek mental masih menjadi pekerjaan rumah. “Bagaimana tetap tenang dan cepat keluar dari tekanan. Yang kedua selalu saya tekankan, pada saat bertahan kita siap untuk menyerang. Pada saat menyerang kita siap untuk bertahan,” jelas Roviani.

Ia menambahkan bahwa seluruh pemain harus proaktif dalam setiap fase permainan. “Jadi semua terlibat, menyerang semua terlibat, bertahan semua terlibat. Intinya transisi positif dan negatif harus sama baiknya,” tegasnya.

Di kubu Bina Taruna, Manajer Arif Hartono mengungkapkan bahwa sejumlah pemain utama absen karena memenuhi undangan tes dari sejumlah tim profesional. “Nama-nama baru yang kami masukkan belum bisa tampil karena sedang uji coba. Seperti kiper utama Abdul Aziz sedang tes untuk tim Jepara,” ungkapnya.

Arif menilai para pemain usia 2010 yang diturunkan dalam laga ini belum sepenuhnya menyatu, sehingga hasilnya kurang maksimal. Meski demikian, ia tidak merasa kecewa. “Ini justru bagus, di mana Liga Jakarta sebagai ajang pembinaan, pemain-pemain mulai dilirik klub pro. Situasi yang jadi peluang menambah jam terbang untuk para junior,” katanya.

Ia menambahkan bahwa penguatan fisik harus menjadi perhatian utama untuk menghadapi putaran kedua. “Salah satu sebab kekalahan karena stamina habis di paruh babak kedua, setelah di menit-menit awal secara taktik bisa mengimbangi permainan lawan,” pungkasnya.

Dengan hasil ini, Bina Mutiara menutup putaran pertama dengan kesempurnaan 21 poin dari tujuh kemenangan. Posisi kedua ditempati Mavericks dengan 13 poin, disusul Nawasena FC di peringkat ketiga dengan 11 poin. Sementara Bina Taruna tertahan di peringkat lima dengan sembilan poin, terpaut satu angka dari Tunas Betawi yang menempati posisi empat dengan 10 poin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *