JAKARTA, Keberanian Toyo Haryono FC memberikan kepercayaan penuh kepada pemain-pemain hasil binaannya sendiri akhirnya membuahkan hasil. Setelah menelan dua kekalahan beruntun pada awal kompetisi, Toyo Haryono sukses meraih kemenangan perdana usai mengalahkan Real Jakarta 2-0 pada lanjutan Grup Barat Liga Soeratin U-15 Jakarta 2026 di Lapangan PSF Pancoran, Minggu (12/7).
Kemenangan tersebut menjadi momentum kebangkitan bagiĀ timĀ yang sebelumnya harus menyerah 0-4 dari Putra Nusantara dan 0-5 saat menghadapi UMS FC. Tambahan tiga poin sekaligus mengangkat posisi mereka di klasemen sementara.
Meski pertandingan berlangsung cukup seimbang pada babak pertama, Toyo Haryono mampu tampil lebih efektif setelah turun minum. Muhammad Alif Al Faqih memecah kebuntuan pada menit ke-36 sebelum Farid Ibrahim menggandakan keunggulan pada menit ke-48. Skor 2-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Toyo Haryono, selaku manajer Toyo Haryono FC mengaku lega karena anak-anak asuhnya akhirnya mampu memperlihatkan permainan seperti yang ditunjukkan sepanjang masa pramusim.
“Ini permainan tim yang sebenarnya. Saat pramusim mereka bermain bagus, tetapi semuanya hilang setelah kalah 0-5 dari UMS FC pada pertandingan pertama. Kekalahan itu membuat mental anak-anak turun dan terbawa sampai laga berikutnya,” ujarnya.
Ia menilai kemenangan atas Real Jakarta menjadi titik balik yang penting bagi perkembangan tim. Menurutnya, hasil pertandingan memang menggembirakan, tetapi yang jauh lebih penting adalah proses pembinaan pemain.
“Anak-anak ini hasil binaan kami sendiri. Yang kami utamakan adalah mereka mendapatkan jam bermain dan terus mengembangkan kemampuan. Soal target dan hasil pertandingan akan mengikuti jika proses pembinaannya berjalan baik,” katanya.
Di kubu Real Jakarta, pelatih Darius menilai kekalahan timnya tidak lepas dari proses adaptasi yang masih berlangsung. Ia baru memimpin tim dalam empat sesi latihan sehingga para pemain masih berusaha memahami formasi dan pendekatan permainan yang diterapkan.
Menurut Darius, permainan anak asuhnya sebenarnya mengalami peningkatan pada babak kedua. Beberapa peluang sempat tercipta, tetapi gagal dikonversi menjadi gol. Sebaliknya, dua gol Toyo Haryono lahir akibat kesalahan organisasi pertahanan dan pengambilan keputusan saat mengalirkan bola.
“Anak-anak masih perlu belajar menentukan kapan harus melakukan one touch, menggiring bola, atau mengoper. Pengambilan keputusan di lapangan juga masih harus ditingkatkan,” ujarnya.
Hasil ini membawa Toyo Haryono FC naik dua peringkat ke posisi kelima klasemen sementara Grup Barat dengan koleksi tiga poin. Sebaliknya, Real Jakarta harus turun ke dasar klasemen setelah menelan kekalahan ketiga secara beruntun dan belum meraih satu poin pun dari tiga pertandingan.


