JAKARTA, Pertandingan pekan ke delapan antara Mavericks dan Putra Sejati menghadirkan kondisi minimalis untuk kedua tim. Mereka sama-sama datang dengan kekuatan terbatas saat salig berhadapan dalam lanjutan kompetisi Liga Jakarta U-17 Grup Merah di Lapangan PSF Pancoran, Minggu (27/9). Meski hanya membawa 13 pemain, Mavericks tetap mampu mengalahkan Putra Sejati yang hadir dengan 12 pemain dengan skor 2-1.
Pertandingan berdurasi 2×35 menit dengan interval 10 menit itu berjalan menarik sejak awal. Akamal membuka keunggulan Mavericks pada menit ke-14. Namun, Raditya Fadillah Syahroni menyamakan kedudukan untuk Putra Sejati hanya satu menit berselang, tepatnya pada menit ke-15. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Memasuki pertengahan babak kedua, Lutfhi Faudzan menjadi penentu kemenangan Mavericks lewat golnya pada menit ke-61. Gol tersebut memastikan tiga poin bagi tim asuhan Bayu Martha.
Pelatih kiper Putra Sejati, Rudi Gunawan Gow, mengakui bahwa timnya masih terkendala aspek stamina dan komunikasi antarpemain. “Tiga pemain utama absen, Salman sebagai gelandang bertahan, Ibrahimovic dan Fariz yang biasa jadi ujung tombak absen, makanya kami jadi tumpul,” ujarnya seusai pertandingan.
Ia menambahkan bahwa selain komunikasi, disiplin menjaga area bertahan saat diserang balik masih kurang. Kondisi ini diperparah dengan skuad yang hanya berisi 12 pemain, sehingga rotasi dan perubahan strategi sangat terbatas.
Di kubu Mavericks, pelatih Bayu Martha bersyukur anak asuhnya mampu bermain rapi meski jumlah pemain pas-pasan dengan hanya dua pemain cadangan. “Kendati sempat kendor dan lawan bisa mencuri satu gol, namun mereka mampu bangkit untuk kembali berbalik unggul dan mempertahankannya hingga akhir permainan,” jelasnya.
Bayu menyebut komunikasi sebagai faktor teknis yang masih perlu diperbaiki. “Kami hanya perlu menjaga konsistensi seperti ini di pertandingan-pertandingan mendatang,” tegasnya.
Tambahan tiga poin ini mengamankan posisi Mavericks di peringkat dua klasemen sementara dengan total 16 poin. Mereka terpaut lima poin di bawah pemuncak klasemen Bina Mutiara yang di pertandingan lain justru kalah dari Farama FC. Sementara itu, Putra Sejati tak beranjak dari dasar klasemen yang dihuni delapan tim dengan nilai empat.
Kemenangan ini menjadi bukti bahwa keterbatasan jumlah pemain bukan penghalang utama selama strategi dan mental bertanding tetap terjaga. Bagi Putra Sejati, laga ini menjadi catatan penting bahwa kedalaman skuad dan disiplin bertahan harus segera dibenahi menjelang putaran kedua.


