JAKARTA, Penampilan gemilang Ibrahim Movic Afriyansyah jadi faktor penting tercapainya kemenangan Putra Sejati atas Tunas Betawi dengan skor 4-1 pada lanjutan Kompetisi Sepak Bola Liga Jakarta U-17 Tahun 2026. Selain itu tampil dengan skuad utama menjadi faktor utama lain penampilan dominan mereka dalam pertandingan pekan kesembila yang digelar di Lapangan PSF Pancoran, Sabtu (10/10) itu.
Ibrahim Movic tampil sebagai bintang lapangan dengan mencetak dua gol pada menit ke-39 dan ke-60. Gol pembuka Putra Sejati diciptakan Rafael Malikiano Yousuf pada menit ke-25, disusul Faris Annafi di menit ke-52. Tunas Betawi sempat memperkecil kedudukan melalui Ahnaf Rafif pada menit ke-47, namun tidak mampu menahan gempuran lawan hingga peluit panjang.
Pelatih Putra Sejati, Saarih, mengungkapkan bahwa motivasi kuat dan keutuhan skuad utama menjadi kunci kemenangan timnya. “Kami ada motivasi kuat. Ini skuad utama. Jika mereka hadir, kemenangan sudah di depan mata,” ujarnya. Menurutnya, seluruh instruksi berjalan baik karena para pemain telah bermain bersama dalam waktu yang cukup lama. “Ini adalah skuad terbaik kami,” tegas Saarih.
Namun, Saarih juga menyoroti problem yang kerap dihadapi timnya. “Problem kami di sini, mereka juga bermain untuk sekolah dan futsal karena beasiswa. Jadi kita tidak bisa paksa untuk main di sini jika bentrok dengan kegiatan sekolah,” jelasnya.
Dari kubu Tunas Betawi, Asisten Pelatih Waskita mengakui adanya penurunan performa timnya di putaran kedua. “Semangat tim memang sedang menurun, saya belum tahu apa sebabnya. Padahal di putaran pertama, kami mampu main taktis dan mengimbangi lawan mana pun. Tapi di putaran dua ini terjadi penurunan, sehingga kami jadi lumbung gol,” keluhnya. Ia pun bertanya-tanya apakah para pemain sudah bosan.
Waskita juga membeberkan kendala latihan yang tidak pernah lengkap. “Bahkan kadang menunggu setengah jam, namun tetap tidak lengkap. Di hari lain, pemain juga tidak lengkap dan orangnya juga berbeda dengan latihan sebelumnya,” ungkapnya. Situasi itu terjadi karena para pemain harus menghadapi tugas-tugas sekolah, terlebih saat memasuki masa mid semester. “Kondisinya jadi tidak ideal untuk menyusun rencana strategi pertandingan. Jadi kami hanya bisa tampil seadanya,” tambah Waskita.
Meski demikian, ia tetap memberi apresiasi kepada Putra Sejati. “Putra Sejati hari ini tampil bagus, seluruh lini mereka bekerja efektif, cara menguasai bola dan permainan sangat bagus, gol-golnya juga bagus,” pujinya. Sementara timnya, selain terkendala latihan, stamina yang tidak menunjang membuat pemainnya mudah dilewati lawan.
Dampak hasil ini, Putra Sejati tak beranjak dari dasar klasemen. Total 7 poin yang mereka kumpulkan hanya membuat mereka menyamai poin tim lain, namun masih kalah dalam selisih gol. Sementara kekalahan ini membuat Tunas Betawi turun dari posisi keempat ke peringkat kelima dengan nilai 10. Posisi mereka digantikan Farama yang menang 4-1 atas PSF dan berhak naik dua tingkat dari sebelumnya di posisi keenam.


