Adu ngotot pemain Batavia FC-Diklat ISA dalam lanjutan kompetisi Liga Jakarta U-17. Foto: Tjandra M. Amin

Kiper Pengganti Diklat ISA Bersinar, Batavia FC Tetap Menang 2-1 dan Kokoh Puncaki Klasemen Sementara

Posted on

JAKARTA, Penampilan gemilang kiper pengganti Diklat ISA, Muhammad Salman Al Fauzan, menjadi sorotan pada laga pekan ketiga Liga Jakarta U-17 2026 Grup Putih di Lapangan PSF Pancoran, Sabtu (4/7/2026).

Meski timnya harus mengakui keunggulan Batavia FC dengan skor 1-2, sederet penyelamatan krusial di babak ke dua olehnya membuat kekalahan Diklat ISA tidak bertambah besar.

Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Diklat ISA justru lebih dulu membuka keunggulan melalui sang kapten, Destha Adhitya, pada menit ke-13 setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang Batavia FC.

Tertinggal satu gol membuat Batavia FC meningkatkan intensitas serangan. Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-22 ketika M. Raditya Rizky P. berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Momentum kemudian berbalik ke kubu Batavia setelah kapten tim, M. Habil Gaza Maulidyan, mencetak gol pada menit ke-34 yang memastikan kemenangan 2-1 hingga laga usai.

Pada babak kedua, Batavia FC tampil dominan dan terus menggempur pertahanan Diklat ISA. Namun, kokohnya penampilan Muhammad Salman Al Fauzan di bawah mistar membuat sejumlah peluang emas Batavia gagal berbuah gol. Kiper pengganti tersebut tercatat melakukan lebih dari enam penyelamatan penting sepanjang babak kedua, termasuk menggagalkan beberapa peluang satu lawan satu yang nyaris memperbesar keunggulan lawan.

Pelatih Batavia FC, Widiantoro, mengungkapkan timnya sempat mengalami kesulitan beradaptasi pada awal pertandingan. Selain cuaca yang lebih panas dari perkiraan, para pemain juga harus menyesuaikan diri dengan penggunaan perangkat GPS yang dikenakan selama pertandingan.

“Pemain sempat tidak nyaman di awal karena mengenakan GPS di tubuh mereka. Cuaca panas juga membuat mereka sedikit kaget. Kami kemudian mengubah formasi dari 3-5-2 menjadi 4-3-3 setelah Ahmad Rayhan Qaesar yang berposisi sebagai gelandang tidak bisa dimainkan. Beruntung ritme permainan kembali kami temukan,” ujar Widiantoro.

Sementara itu, pelatih Diklat ISA, Rayandi Zulfikar, menilai anak asuhnya tampil disiplin pada awal laga sebelum kondisi fisik mulai menurun akibat padatnya jadwal pertandingan.

“Di awal pemain masih mampu mengimbangi lawan dan menjalankan strategi dengan baik. Memasuki pertengahan babak pertama kami lebih banyak bertahan karena kondisi pemain tidak sepenuhnya fit. Mereka sudah bermain empat hari berturut-turut hingga Sabtu ini, sehingga performa menurun terutama pada babak kedua,” kata Rayandi.

Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Muhammad Salman Al Fauzan yang tampil luar biasa di bawah mistar gawang.

“Kiper kedua kami bermain sangat gemilang. Berkali-kali dia mematahkan peluang Batavia sehingga kami terhindar dari kekalahan dengan skor yang lebih besar,” ujarnya.

Kemenangan ini membuat Batavia FC tetap kokoh di puncak klasemen sementara Grup Putih dengan sembilan poin dari tiga kemenangan beruntun. Sementara Diklat ISA tertahan di peringkat keempat dengan enam poin, di bawah BTC dan Putra Nusantara yang juga mengoleksi enam poin, tetapi unggul dalam selisih gol.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *