Laga Pemuda Jaya (hijau) versus Mutiara Gemilang. Foto: Pras Prasetyo

Pemuda Jaya 2, Mutiara Gemilang 1, Buah Manis Switch Play dan Through Pass

Posted on

JAKARTA – Coach Pemuda Jaya Bagus Tristyanovan tak sepenuhnya menyangka anak-anak asuhnya bisa merebut 3 poin dari kemenangan 2-1 atas Mutiara Gemilang di laga lanjutan Liga Jakarta U17 Piala Gubernur 2025 di lapangan PSF, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (25/10).

Seluruh gol Pemuda Jaya dicetak striker Muhammad Rasya Syarief menit 10 dan 52 sekaligus jadi gol ke-7 dan ke-8 Rasya sepanjang kompetisi, sementara gol Mutiara Gemilang dikemas striker Johan Febriansyah menit 40.

Dengan kemenangan itu, Pemuda Jaya bertahan di posisi 8 Besar klasemen sementara sekaligus mengamankan tiket 8 Besar Piala Liga Jakarta U17 yang bakal digelar pasca kompetisi Liga Jakarta U17. Mengemas 54 poin, Pemuda Jaya berada di posisi 7 di atas Raga Negeri dengan 48 poin.

“Alhamdulillah, anak-anak tampil sesuai instruksi,” kata Bagus setelah timnya sukses memupus tren negatif 4 kekalahan beruntun sejak awal Oktober.

Bermain dengan pola 4-3-3 saat menyerang dan 4-5-1 saat bertahan, Pemuda Jaya berhasil meredam serangan-serangan sporadis dan frontal anak-anak Jatinegara asuhan Alex Rahman.

Tampil hanya dengan 2 pemain cadangan, Bagus menginstruksikan pasukan asal Klender itu bertahan lebih ke dalam dan memancing anak-anak Mutiara Gemilang.

“Anak-anak berhasil menciptakan peluang dan mencetak gol melalui switch play dan through pass yang kami terapkan,” tambah Bagus.

Gol Mutiara Gemilang, menurut Bagus, lebih karena kesalahan kiper melakukan antisipasi laju bola. Qawwam Javier mestinya cukup berdiri untuk menahan bola tendangan Johan Febriansyah dan bukan menerkam yang membuat bola lolos dari sergapannya.

Sementara Alex Rahman menyebut Pemuda Jaya sebenarnya tak bermain terlalu bagus. Namun, ketidakhadiran 5 pemain pilarnya membuat Mutiara Gemilang juga tampil tak terlalu menggigit.

Secara umum, ia memuji permainan anak asuhnya. Namun, ia juga menilai anak-anak Jatinegara ini agak meremehkan permainan anak-anak Klender.

Selain itu, seperti dikatakan talent scouter Liga Jakarta U17 Maman Suryaman, anak-anak Mutiara Gemilang hampir selalu kalah dalam body charge. “Secara tampilan fisik, mereka unggul, tapi mereka justru sering kalah dalam bola-bola atas,” kata Maman.

Alex juga mengkritisi pemain gelandangnya yang terlalu banyak pegang bola dan pemain depannya kurang berani ambil keputusan untuk melakukan shooting. “Reading game anak-anak masih kurang,” tegas Alex.

Hal itu, katanya, karena mereka memang kurang berlatih bersama sehingga banyak hal mendasar yang kurang dapat dimaksimalkan. “Seharusnya kami bisa menang,” tambah Alex.

Buat Mutiara Gemilang, ini jadi kekalahan ke-3 beruntun sejak menang 1-0 atas ISA Marzuki Bandriawan. Sebelumnya, Mutiara Gemilang kalah 0-3 dari Bina Mutiara dan menyerah 1-2 dari Raga Negeri.

Mutiara Gemilang yang kalah 0-1 dari Pemuda Jaya di putaran 1, kini bercokol di posisi 13 dengan koleksi 27 poin.***

Hasil Lengkap Pertandingan, Sabtu (25/10)

  • 30 – Lapangan 1: Farama FC 3, Bintang Ragunan 1
  • 30 – Lapangan 2: UMS 1, ISA Marzuki Bandriawan 6
  • 30 – Lapangan 1: Pemuda Jaya 2, Mutiara Gemilang 1
  • 30 – Lapangan 2: Tunas Betawi WO SoccerED
  • 30 – Lapangan 1: Bina Mutiara 1, PSF FA 1
  • 50 – Lapangan 1: Bekasi FC 0, ABC Wirayudha 5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *