JAKARTA, PSF Academy memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk meraih kemenangan telak 8-0 atas Real Jakarta pada pekan kedua Liga Soeratin U-15 Jakarta Grup Barat di Lapangan PSF Pancoran, Sabtu (27/6).
Real Jakarta yang hanya datang dengan 10 pemain harus bermain tanpa pergantian sepanjang laga, sehingga kesulitan mengimbangi permainan agresif tuan rumah.
Sejak menit awal, PSF langsung mengambil inisiatif penyerangan. Jumlah pemain yang lebih banyak membuat mereka langsung menekan dan menguasai permainan untuk menekan pertahanan Real Jakarta.
Muhammad Rizky Al Rapha menjadi bintang kemenangan PSF Academy dengan mencetak hattrick masing-masing di menit ke-4, 33, dan 39. Empat gol lainnya disumbangkan Bagas Lionel Satria pada menit ke-13, Muhammad Rai Ramadhan (41), Lorenzo Lukas Robinson S (44), Juniro Hamonangan Simanjuntak (46), serta Haidar Muhiddin Mufthi yang menutup pesta gol pada menit ke-57.
Pelatih PSF Academy, Satyo Husodo, menilai anak asuhnya mampu menjalankan strategi dengan baik karena tampil dengan skuad lengkap.
“Strategi bisa berjalan sesuai rencana karena kami datang dengan tim lengkap. Saat ada pergantian pemain, instruksi dan permainan tetap bisa dijalankan sesuai arahan kami. Yang berbeda dari pertandingan pertama adalah para pemain sudah tidak gugup lagi. Pada laga ini mereka langsung nyetel dengan permainan secara tim,” ujar Satyo.
Sementara itu, pelatih Real Jakarta, Rufi, mengakui keterbatasan jumlah pemain menjadi kendala utama timnya. Sejumlah pemain tidak dapat bergabung karena masih menjalani masa libur sekolah, sehingga tim hanya diperkuat 10 pemain sejak awal pertandingan.
“Kami datang dengan pemain terbatas, hanya 10 orang. Ini terjadi karena ada anak-anak yang baru libur sekolah sehingga tidak hadir pada pertandingan ini. Akibatnya kami terpaksa memasang strategi bertahan dan tidak memiliki pemain pengganti sama sekali,” kata Rufi.
Meski demikian, ia tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya yang berusaha tampil maksimal hingga akhir pertandingan. “Anak-anak tetap mencoba bermain maksimal dan berani bermain terbuka. Namun konsekuensinya, gawang kami justru lebih banyak kebobolan,” tutupnya.


