JAKARTA, Farama FC gagal mengamankan kemenangan perdana mereka di Liga Jakarta U-17 setelah ditahan imbang Nawasena FC dengan skor 1-1 pada pekan kedua Grup Merah. Laga yang berlangsung di Lapangan PSF Pancoran, Sabtu (20/6), itu memperlihatkan bagaimana hilangnya fokus di menit-menit akhir membuat Farama harus merelakan tiga poin yang sudah di depan mata.
Farama tampil meyakinkan sejak awal pertandingan. Tim asuhan Ramadany mampu menguasai jalannya laga pada babak pertama dan membuka keunggulan pada menit ke-13 melalui Saputra Ramadhan. Gol tersebut berawal dari umpan matang kapten tim dari lini tengah yang berhasil dimaksimalkan menjadi gol pembuka.
Keunggulan 1-0 bertahan cukup lama. Farama bahkan beberapa kali mampu mengontrol permainan dan membatasi ruang gerak lawan. Namun situasi berubah memasuki paruh akhir babak kedua ketika intensitas permainan mulai menurun.
Nawasena yang tertinggal terus berupaya mencari celah untuk menyamakan kedudukan. Usaha mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-64 melalui Zehmar Khedira Aguslemi. Gol tersebut tercipta setelah terjadi kesalahan koordinasi di lini belakang Farama yang gagal diantisipasi dengan baik.
Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan dalam pertandingan berdurasi 2×35 menit tersebut.
Pelatih Farama FC, Ramadany, menilai timnya kehilangan konsentrasi ketika pertandingan memasuki fase akhir. Menurutnya, komunikasi antarlini yang belum maksimal serta menurunnya stamina pemain menjadi faktor utama hilangnya kemenangan yang sudah di depan mata.
“Komunikasi antar lini masih kurang. Di babak pertama kami bisa menguasai permainan, tetapi memasuki akhir babak kedua stamina mulai turun dan pemain kehilangan fokus. Gol lawan di menit-menit akhir terjadi karena konsentrasi yang menurun,” ujar Ramadany.
Sementara itu, pelatih Nawasena FC, Jonny Herwanto, menyambut positif tambahan satu poin yang diraih timnya. Ia mengungkapkan bahwa timnya masih dalam proses mencari komposisi terbaik karena belum tampil dengan kekuatan penuh.
“Kami masih mencari formasi yang pas. Sebagian pemain yang tampil kali ini bukan formasi lengkap sehingga masih perlu penyesuaian. Namun hasil ini lebih baik dibanding pekan lalu karena keseimbangan antar lini sudah lebih merata,” kata Jonny.
Hasil imbang ini belum merubah posisi kedua tim yang sama-sama berada di grup Merah. Farama tetap bercokol di peringkat 6 dengan raihan poin sama dengan Nawasena yang tertahan di posisi tujuh. Ini terjadi karena pada pertandingan pertama, Nawasena kalah telak 0-3 dari Tunas Betawi sementara Farama sukses bermain imbang 0-0 dengan Maesa Pararaiders.


