Duel seru tim Batavia-Pemuda Jaya dalam lanjutan kompetisi sepak bola Liga Jakarta U-17. Foto: Tjnadra M. Amin

Blunder Kiper di Menit Akhir, Batavia FC Takluk 0-1 dari Pemuda Jaya di Liga Jakarta U-17

Posted on

JAKARTA, Batavia FC harus menelan kekalahan perdana mereka di kompetisi sepak bola Liga Jakarta U-17 2026 setelah takluk 0-1 dari Pemuda Jaya pada pekan kelima Grup Putih di Lapangan PSF Pancoran, Minggu (2/8). Gol semata wayang Irvan Abdul Karim pada menit ke-69 memanfaatkan blunder fatal kiper Batavia, Evan Elano Irawan, diakui pelatih sebagai penyebab utama kekalahan.

Pelatih Batavia, Widiantoro, mengakui bahwa kesalahan kiper di lima menit terakhir menjadi titik balik pertandingan. “Kami akui kalah akibat blunder kiper Evan Elano Irawan di lima menit terakhir,” ujarnya. Widiantoro menambahkan bahwa keteledoran tersebut terjadi karena para pemain merasa yakin menang dan kehilangan fokus di penghujung laga. “Para pemain juga sudah merasa kepedean dengan kemampuan mereka hingga kurang mendengar apa yang disampaikan teman saat di lapangan,” tegasnya.

Dikatakan lagi oleh Widiantoro, secara set up permainan sebenarnya sudah berjalan rapi, lawan hanya  lebih banyak bertahan atau memanfaatkan serangan balik. Namun karena faktor kurang fokus di menit-menit akhir itu, semua jadi berantakan.

Kekalahan ini menjadi catatan penting bagi Batavia yang sebelumnya tak terkalahkan dengan empat kemenangan beruntun. Meskipun kalah, Batavia masih kokoh di puncak klasemen Grup Putih dengan koleksi 12 poin.

Sementara itu, kemenangan ini menjadi kebangkitan bagi Pemuda Jaya yang baru pertama kali meraih tiga poin dari lima pertandingan. Sebelumnya, mereka mencatat dua hasil imbang dan dua kekalahan. Pelatih Pemuda Jaya, Bagus Tristyanovan, mengungkapkan strategi jitu yang membawa timnya menang. “Kami menyadari kami ada di bawah jauh Batavia ya. Jadi kami menginformasikan ke anak-anak untuk kita coba main lebih ke bawah dengan harapan Batavia akan menekan ke atas, lalu terlena dengan meninggalkan pos lubang di belakang,” jelasnya. Ia menambahkan, setelah salah satu striker Pemuda Jaya keluar, lawan merasa aman dari serangan sehingga hampir semua maju dan percaya diri menyerang, celah itulah yang dimanfaatkan timnya.

Hasil ini mengangkat Pemuda Jaya ke posisi enam klasemen dengan lima poin, menggeser Bintang Ragunan yang sehari sebelumnya kalah 0-2 dari Diklat ISA. Pekan depan, Batavia akan berupaya bangkit kembali untuk mempertahankan posisi puncak, sementara Pemuda Jaya berambisi melanjutkan tren positif mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *