JAKARTA, Farama FC harus tampil dengan skuad pincang saat menghadapi Persija Barat pada lanjutan Liga Soeratin U-15 Jakarta 2026. Datang ke Lapangan PSF Pancoran, Sabtu (11/7), dengan kondisi tim belum lengkap, hanya dengan sembilan pemain plus seorang penjaga gawang. Skuad mereka baru lengkap saat babak kedua dimulai.
Kondisi tersebut sempat membuat tim asal Jakarta Timir ini di bawah tekanan sejak peluit awal dibunyikan. Persija Barat yang unggul jumlah pemain lebih leluasa menguasai permainan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya.
Keunggulan jumlah pemain akhirnya mampu dimanfaatkan Persija Barat untuk membuka skor pada menit ke-18 melalui Satrio Adriansyah. Gol tersebut membuat tim asuhan Sumardi semakin percaya diri mengendalikan jalannya pertandingan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, situasi berubah. Kedatangan pemain Farama yang terlambat membuat komposisi tim kembali lengkap sehingga permainan menjadi lebih seimbang. Farama mulai berani keluar menyerang dan mampu memberikan tekanan kepada lini pertahanan Persija Barat.
Usaha tersebut membuahkan hasil pada menit ke-41. Moh Rizky Isnan Mukti sukses mencetak gol penyeimbang yang mengubah kedudukan menjadi 1-1. Skor itu bertahan hingga pertandingan berakhir setelah kedua tim gagal memanfaatkan peluang yang tercipta di sisa waktu.
Manajer Persija Barat, Sumardi, mengaku kurang puas dengan hasil yang diraih timnya. Menurutnya, anak-anak asuhnya kehilangan fokus setelah melihat lawan memulai pertandingan dengan jumlah pemain yang tidak lengkap.
“Pemain menganggap enteng karena jumlah pemain lawan kurang. Konsentrasi mereka menurun. Padahal kami juga tidak tampil dengan kekuatan penuh karena beberapa pemain inti absen. Hari ini kami hanya membawa 16 pemain dan tidak semuanya merupakan lapis utama,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih Farama FC, Ramdhani, mengapresiasi perjuangan para pemainnya yang mampu bangkit dari situasi sulit.
“Tekanan memang terasa di awal karena pemain kami belum lengkap. Kami minta anak-anak bermain lepas saja. Setelah satu per satu pemain datang dan masuk ke lapangan, permainan mulai seimbang. Kami bersyukur masih bisa membawa pulang satu poin dalam kondisi seperti ini,” kata Ramdhani.
Hasil imbang tersebut menjadi tambahan satu poin yang terasa berharga bagi Farama FC, mengingat mereka harus mengawali pertandingan dengan keterbatasan jumlah pemain sebelum akhirnya mampu bangkit dan menghindari kekalahan.
Bagi Persija Barat hasil laga ini membuat mereka gagal bertahan di puncak klasemen grup Mera dan harus rela turun di peringkat dua. Posisi pertama kini diduduki Batavia FC yang di pertandingan lain menang 5-1 atas Bintang Ragunan.


