Adu udara antara pemain PSF FA (merah-merah) dengan pemain Farama (kaos coklat) di lanjutan Liga Jakarta U-17. Foto: Tjandra M. Amin

PSF FA Terpuruk di Papan Bawah Usai Tumbang 1-3 dari Farama FA di Lanjutan Liga Jakarta U-17

Posted on

JAKARTA – PSF FA semakin terbenam di papan bawah klasemen sementara Grup Merah Liga Jakarta U-17 2026 setelah menelan kekalahan 1-2 dari Farama FC pada pekan ketiga di Lapangan PSF Pancoran, Minggu (5/7/2026). Hasil ini membuat PSF FA baru mengoleksi satu poin dari tiga pertandingan, sedangkan Farama FC naik ke peringkat keempat dengan empat poin.

PSF FA sebenarnya berusaha tampil menyerang sejak awal pertandingan. Namun, Farama FC yang tampil lebih tenang dan efektif mampu memanfaatkan setiap celah di lini pertahanan lawan.

Gol pembuka Farama FC lahir pada menit ke-19 melalui Indra Pratama. Keunggulan tersebut membuat permainan Farama semakin percaya diri. Sepuluh menit kemudian, sang kapten Muamar Fathir Arasya menggandakan keunggulan menjadi 2-0 setelah memaksimalkan peluang di depan gawang PSF FA. Farama kian mantap memimpin keunggulan setelah pada babak kedua satu gol tambahan dicetak oleh Abdulah Y. Azzam pada menit 42.

Tertinggal dua gol, PSF FA mencoba meningkatkan intensitas serangan pada babak kedua. Berbagai upaya dilakukan untuk mengejar ketertinggalan, namun rapatnya pertahanan Farama membuat peluang yang tercipta sulit dikonversi menjadi gol.

PSF FA baru mampu memperkecil kedudukan pada menit ke-69 melalui Muhammad Rayyan Assadil Azam. Gol tersebut membangkitkan semangat tim tuan rumah untuk mencari gol penyeimbang, tetapi hingga peluit panjang dibunyikan skor 2-1 tetap bertahan untuk kemenangan Farama FC.

Pelatih PSF FA, Supriono, mengakui kekalahan timnya tidak terlepas dari keterbatasan materi pemain dan minimnya kehadiran pemain saat sesi latihan. Kondisi tersebut membuat proses membangun koordinasi permainan tidak berjalan maksimal.

“Materi pemain kami memang pas-pasan. Saat latihan juga tidak pernah lengkap, sehingga penerapan strategi dan koordinasi antarsektor sulit dilakukan. Banyak pemain yang mengalami kram merupakan gambaran kondisi tim saat ini,” ujar Supriono.

Ia berharap para orang tua dapat memberikan dukungan lebih besar untuk anak-anak mereka. “Yang kami butuhkan adalah komitmen pemain dan dukungan orang tua agar anak-anak tidak hanya datang saat bertanding, tetapi juga disiplin mengikuti latihan,” katanya.

Persiapan minim yang dijelaskan Supriono tersebut terlihat jelas dari kram yang dialami sejumlah pemainnya sepanjang laga berlangsung. Di tengah suhu lapangan yang tercatat 32 derjat C, empat sampai lima pemain terpaksa menepi sementara untuk memulihkan kondisi. Dengan suhu tersebut, wasit Suryadi yang pertandingan pertandingan sempat memberlakukan dua kali water break di setiap babak, untuk memberi kesempatan pemain minum.

Sementara itu, pelatih Farama FC, Hilma Akbar, menilai kemenangan timnya diraih berkat persiapan yang lebih matang. Menurutnya, para pemain mampu menjaga konsentrasi dan memanfaatkan peluang dengan baik di tengah cuaca panas.

“Kami datang dengan kondisi yang lebih siap dan memiliki pemain yang secara usia lebih matang. Secara teknik permainan relatif seimbang, tetapi kami mampu memanfaatkan peluang yang ada sehingga bisa meraih kemenangan,” ujar Hilma.

Tambahan tiga poin mengangkat Farama FC ke posisi keempat klasemen sementara dengan empat poin hasil satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Sebaliknya, PSF FA masih tertahan di papan bawah dengan satu poin dari tiga laga, hasil dua kali kalah dan sekali imbang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *