JAKARTA, Tim asal Jakarta Barat, Mavericks sukses meraup poin penuh usai menang telak 4-1 atas Bina Taruna pada pekan keenam Liga Jakarta U-17 Grup Merah. Hasil di Lapangan PSF Pancoran, Sabtu (29/8), itu mengangkat Mavericks naik dua tingkat ke posisi kedua klasemen dengan koleksi 10 poin.
Mereka memiliki nilai sama dengan Tunas Betawi, tetapi unggul dalam selisih gol. Di sisi lain, Bina Taruna harus turun satu peringkat ke posisi keempat.
Di pertandingan berdurasi 2×35 menit itu, efektivitas serangan menjadi senjata andaln Mavericks. Revan Adryan Maulana tampil paling menonjol dengan mencetak dua gol pada menit ke-40 dan ke-60. Dua gol lainnya disumbangkan Muhammad Fauzan pada menit ke-45 serta Ambrosius Ronaldo Putra Christian pada menit ke-56.
Di paro pertama, Bina Taruna masih mampu bertahan terhadap Mavericks yang tampil agresif, dan tetap berusaha menjaga permainan tetap sesuai rencana. Namun situasi berubah saat babak kedua dimana Gol Revan pada menit ke-40 membuka keunggulan sekaligus mengubah arah pertandingan.
Lima menit berselang, Muhammad Fauzan menggandakan keunggulan Mavericks. Bina Taruna sempat merespons melalui Muhammad Adiat Saputra yang memperkecil ketertinggalan pada menit ke-50. Namun, momentum tersebut tidak bertahan lama karena Ambrosius Ronaldo Putra Christian kembali membawa Mavericks menjauh enam menit kemudian.
Revan kemudian melengkapi penampilan apiknya dengan gol kedua pada menit ke-60. Gol tersebut memastikan Mavericks menutup laga dengan kemenangan 4-1 sekaligus mempertegas produktivitas mereka di depan gawang. Kemenangan ini juga menjadi modal penting dalam persaingan papan atas Grup Merah.
Pelatih Mavericks, Bayu Marta, menilai kemenangan tersebut diraih karena para pemain mampu meminimalisir kesalahan. Menurutnya, tim belajar dari kekalahan sebelumnya saat menghadapi Bina Mutiara. Evaluasi itu kemudian diterapkan dalam laga melawan Bina Taruna, termasuk dalam hal pergerakan penyerang.
“Striker yang dipasang juga bermain taktis dan mampu bertugas seperti yang direncanakan,” ujar Bayu. Pernyataan tersebut menggambarkan keberhasilan Mavericks menjalankan rencana permainan, terutama dalam memanfaatkan ruang dan menjaga ketajaman lini depan.
Sementara itu, pelatih Bina Taruna, Elga Rinaldi, mengakui timnya tampil dengan skuad yang tidak lengkap. Sejumlah pemain harus absen karena kegiatan yang tidak dapat ditinggalkan, sementara pemain lain mengalami sakit. Elga menyebut babak pertama berjalan sesuai rencana, tetapi kesalahan setelah lawan mencetak gol membuat konsentrasi anak asuhnya goyah.


