JAKARTA, Putra Sejati akhirnya meraih kemenangan perdana di Liga Jakarta U-17 Grup Merah setelah menghancurkan Farama dengan skor 7-3 di Lapangan PSF Pancoran, Sabtu (29/8).
Hasil pertandingan pekan keenam yang berlangsung selama 2×35 menit tersebut mengangkat Putra Sejati satu tingkat dari posisi juru kunci ke peringkat ketujuh klasemen. Sebaliknya, Farama turun ke dasar klasemen setelah menelan kekalahan kedua secara beruntun.
Pertandingan berlangsung terbuka dengan total 10 gol tercipta. Putra Sejati tampil agresif dan mampu memanfaatkan momentum untuk membangun keunggulan besar. Rasya Jandita Pato membuka skor pada menit ke-15, sebelum Farama membalas melalui Adji Adriansyah pada menit ke-37.
Setelah kedudukan kembali imbang, Putra Sejati mengambil kendali pertandingan. Alfihat Maulfhi Sihab mencetak gol pada menit ke-42, disusul Fadil Kaka Junaedi semenit kemudian. Salman Alfarizi kemudian memperlebar keunggulan pada menit ke-45 dan membuat Putra Sejati menutup fase tersebut dengan kepercayaan diri tinggi.
Kapten Putra Sejati, Faris Annafi, tampil sebagai salah satu pemain paling menentukan. Ia mencetak dua gol pada menit ke-51 dan ke-55. Farama sempat memperkecil ketertinggalan melalui Giant Safari Sudrajat pada menit ke-57, tetapi Putra Sejati tetap menjaga kendali permainan. Muhammad Banyu Buana menutup pesta gol Putra Sejati pada menit ke-69. Farama hanya mampu menambah satu gol melalui Reval Malika Alzena pada menit ke-68.
Kemenangan ini terasa penting bagi Putra Sejati karena mereka sebelumnya menelan empat kekalahan dan hanya meraih satu hasil imbang dalam lima pertandingan. Pelatih Saari menyebut hasil tersebut tidak lepas dari motivasi yang berhasil dibangkitkan setelah moral pemain menurun akibat gagal di sejumlah turnamen lain.
“Gol yang tercipta juga oleh seluruh pemain lama,” kata Saari. Ia juga menurunkan seluruh pemain yang baru didaftarkan untuk menguji kesiapan mental dan motivasi mereka. Menurutnya, pemain yang tidak mampu menunjukkan performa sesuai harapan tidak akan menjadi pilihan utama pada laga-laga berikutnya.
Di kubu Farama, pelatih Indra Aditya menilai kekalahan tersebut terutama disebabkan persoalan fisik. Sejumlah pemain tidak mengikuti program latihan, sehingga kondisi tim menjadi pincang. Upaya improvisasi yang dilakukan pemain juga tidak berjalan efektif dan berdampak langsung terhadap permainan.
Dengan kemenangan ini, Putra Sejati memiliki modal berharga untuk memperbaiki posisi di klasemen. Sementara Farama harus segera membenahi kondisi fisik dan konsistensi permainan agar tidak semakin tertinggal dalam persaingan Grup Merah.


