JAKARTA, Pemuda Jaya bertekad melanjutkan momentum positif saat menghadapi Toyo Haryono pada pekan keenam Liga Jakarta U-17 Grup Putih di Lapangan 1 PSF, Pancoran, Minggu (29/8). Pertandingan ini mempertemukan tim peringkat keenam dengan penghuni dasar klasemen. Kendati berada di posisi yang berbeda, kedua tim sama-sama memiliki tantangan untuk membuktikan perkembangan permainan mereka.
Pemuda Jaya saat ini mengoleksi lima poin dan menempati peringkat keenam. Mereka mencatat dua kekalahan dan dua hasil imbang, sebelum meraih kemenangan penting 2-1 atas Batavia FC pada pertandingan terakhir. Hasil tersebut menjadi suntikan kepercayaan diri, terutama karena Batavia FC berstatus sebagai pemuncak klasemen.
Kemenangan atas Batavia FC juga menjadi modal bagi Pemuda Jaya untuk memperbaiki konsistensi. Mereka membutuhkan tiga poin tambahan agar dapat memperbaiki posisi di klasemen. Namun, persiapan tim tidak sepenuhnya ideal karena hanya 13 pemain yang akan dibawa ke pertandingan. Sejumlah pemain mendapat panggilan seleksi untuk tim profesional.
Bagus Tristyanovan selaku arsitek Pemuda Jaya, mengungkapkan timnya telah berlatih dengan skema khusus untuk menghadapi Toyo Haryono. Selain membangun kekompakan yang sempat menurun akibat jeda panjang, tim pelatih juga memberikan perhatian serius terhadap penyelesaian akhir. Menurut Bagus, kemampuan finishing pemain masih berada di bawah ekspektasi sehingga latihan mencetak gol terus ditingkatkan.
Dengan komposisi pemain yang terbatas, Pemuda Jaya berencana bermain lebih sabar. Mereka tidak ingin terburu-buru membuka serangan dan akan berusaha mengontrol jalannya laga melalui pengambilan keputusan yang lebih tenang. Meski demikian, Bagus tetap optimistis timnya mampu membawa pulang poin maksimal.
Di kubu lawan, Toyo Haryono FC masih mencari kemenangan pertama musim ini. Dalam lima pertandingan, mereka belum mampu meraih satu pun kemenangan dan baru mengumpulkan nol poin. Situasi tersebut membuat laga melawan Pemuda Jaya menjadi kesempatan penting untuk memulai kebangkitan.
Pelatih Rizky, menyebut timnya telah menjalani latihan persiapan, meski beberapa pemain absen karena memperkuat tim pada ajang Porprov. Dengan pemain yang tersedia, ia meminta skuadnya tetap tampil maksimal dan menjaga kedisiplinan sepanjang pertandingan.
Toyo Haryono FC diperkirakan tetap menggunakan formasi 4-3-3 dengan penguatan di lini pertahanan. Mereka akan mengandalkan permainan satu-dua sentuhan serta berusaha meningkatkan akurasi finishing, yang menjadi persoalan dalam beberapa kekalahan sebelumnya. Karena sejumlah pilar tidak tersedia, disiplin bertahan akan menjadi fondasi utama permainan mereka.
Pemuda Jaya lebih diunggulkan berkat kemenangan terakhir, tetapi keterbatasan skuad dapat memengaruhi daya tahan tim. Sementara itu, Toyo Haryono memiliki motivasi besar untuk mengakhiri paceklik kemenangan. Duel di Pancoran pun berpotensi menjadi pertarungan antara momentum dan tekad kebangkitan.


