JAKARTA, Putera Nusantara memastikan diri mengamankan posisi tiga klasemen akhir putaran pertama Liga Jakarta U-17 2026 Grup Putih setelah mengalahkan Bintang Ragunan dengan skor 3-1 di Lapangan PSF, Sabtu (12/9).
Laga yang berdurasi 2×35 menit itu berjalan menarik sejak awal. Putera Nusantara membuka keunggulan melalui Anjar Ridho pada menit ke-27. Namun, Bintang Ragunan merespons cepat lewat gol Yahya Amir Bayagub dua menit berselang, memaksa babak pertama berakhir dengan skor imbang 1-1.
Memasuki babak kedua, Putera Nusantara tampil lebih agresif. Azzam Ash Shidiq mengembalikan keunggulan timnya pada menit ke-59, sebelum Byan Al Musawwa memastikan kemenangan 3-1 lewat golnya di menit ke-68.
Manajer Putera Nusantara, Irfan Afiat, menyebut mental bertanding para pemainnya sebagai kunci kemenangan ini. “Kemenangan ini berkat mental tak mau kalah dari anak-anak. Gol balasan lawan terjadi karena pemain sedikit menurunkan tempo,” ujarnya seusai pertandingan.
Irfan mengungkapkan bahwa proses gol kedua dan ketiga lahir dari kemampuan timnya membaca kelemahan lawan. “Lawan agak lemah dari sisi sayap dan kami ubah formasi dari 3-4-3 yang akhirnya berbuah gol,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa gol terakhir yang dicetak Byan Al Musawwa merupakan bonus bagi timnya. “Karena kami sudah banyak main bertahan dan pertahanan lawan juga cukup solid,” tambahnya.
Di sisi lain, pelatih Bintang Ragunan, Tengku Khairul, mengakui bahwa masalah klasik kembali menghantui timnya. “Problem kami selalu sama di setiap pertandingan, selalu ada pemain inti yang tidak bisa main, karena urusan sekolah” keluhnya.
“Dua pemain utama kami yang dari SMK tidak bisa hadir karena tugas sekolah.”
Tengku juga menjelaskan bahwa jarak kualitas antara pemain inti dan pengganti masih terlalu jauh, sehingga skema yang telah disiapkan saat latihan harus berubah. “Apalagi secara stamina, kami memang banyak kendala. Jadi ketika ada yang cedera, atau absen, praktis sistem tidak jalan, jadi benar-benar repot” sesalnya.
Hasil ini membuat Putera Nusantara aman di peringkat tiga klasemen akhir putaran pertama dengan total 12 poin. Sementara itu, Bintang Ragunan bertahan di peringkat tujuh dari delapan tim dengan koleksi 4 poin, sama dengan Toyo Haryono di posisi juru kunci, namun unggul dalam selisih gol.
Di puncak klasemen, Batavia FC masih kokoh dengan 18 poin, diikuti Diklat ISA di posisi kedua dengan 16 poin.


