Dua pemain Bintang Ragunan (kuning hijau) menjepit pemain Batavia FC (merah hitam). Foto: Tjandra M. Amin

Pelatih Baru Bawa Batavia FC Comeback 2-2 Lawan Bintang Ragunan di Liga Soeratin U-15

Posted on

JAKARTA, Pelatih baru Batavia FC, Sassi Kirono, membawa hasil melegakan bagi timnya yang bertindak selaku tuan rumah. Batavia FC berhasil bangkit dari ketertinggalan 0-2 dan memaksa Bintang Ragunan bermain imbang 2-2 pada lanjutan Kompetisi Liga Soeratin U-15 Jakarta Grup Timur di Lapangan PSF, Pancoran, Sabtu (17/10).

Laga berdurasi 2×30 menit itu menjadi debut Sassi Kirono di pinggir lapangan, menggantikan pelatih terdahulu Ranu Tri Sasongko yang absen untuk sementara waktu. Hasil imbang ini terasa melegakan bagi tim papan atas tersebut, terutama setelah tertinggal dua gol pada babak pertama.

Bintang Ragunan sempat mengejutkan tuan rumah lewat dua gol Reagan Namora L Fernando pada menit ke-22 dan ke-30. Namun Batavia FC bangkit di babak kedua melalui Muhammad Rakha Sumarna yang mencetak gol pada menit ke-45 dan menyamakan kedudukan lewat tendangan penalti pada menit ke-59.

Gol penyama skor itu tercipta setelah pemain belakang Bintang Ragunan melakukan pelanggaran di kotak penalti. Keputusan wasit tersebut sempat menuai protes dari kubu lawan.

Sassi Kirono mengakui kondisi timnya masih jauh dari ideal. Ia baru dua kali memimpin latihan sehingga belum mengenal kekuatan pemain secara mendalam. “Baru dua kali tangani latihan, tidak tahu kekuatan pemain. Bersyukur tidak sampai kalah. Latihan tidak lengkap, jadi tidak tahu kekuatan dan kelebihan tim. Benar-benar buta,” ujar Sassi.

Meski demikian, Sassi menilai karakter permainan timnya tetap terjaga. Hal yang masih harus diperbaiki adalah akurasi passing dan organisasi permainan. “Meski kalah postur dan power, namun secara individu kita tidak kalah,” tegasnya.

Di kubu Bintang Ragunan, pelatih Abu Bakar menyayangkan keputusan wasit yang dinilainya merugikan. Menurutnya, pelanggaran yang berbuah penalti terjadi di luar kotak penalti. “Pemain kami mengaku pelanggaran terjadi di luar kotak penalti. Kami maklumi saja karena lawan statusnya kan tuan rumah,” kata Abu Bakar.

Tambahan satu poin membuat Batavia FC mengoleksi 24 poin dan tak beranjak dari peringkat kedua klasemen sementara, di bawah Maesa Pararaiders yang telah mengemas 26 poin dari 10 pertandingan. Sementara Bintang Ragunan tetap di posisi keenam dengan koleksi 8 poin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *