Aksi pemain Pemuda Jaya (hijau-hijau) dalam satu pertandingan. Foto: Prasetyo

Pemuda Jaya Bidik Posisi Enam, UMS Andalkan Semangat Bertahan

Posted on

JAKARTA, Laga antara UMS dan Pemuda Jaya dalam lanjutan kompetisi Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur DKI Jakarta 2025 di Lapangan PSF Pancoran, Rabu (29/10/2025) pukul 14.30 WIB, akan menjadi pertarungan dua tim dengan nasib berbeda.

UMS datang dengan semangat juang tinggi di tengah keterbatasan pemain, sementara Pemuda Jaya bertekad mengamankan tiga poin untuk menembus posisi enam besar klasemen sementara.

UMS, yang kini berada di peringkat 15 dengan 15 poin, menghadapi tantangan berat setelah serangkaian hasil negatif di lima laga terakhir. Tim asuhan Nuh Habibi mencatat empat kekalahan, termasuk kekalahan telak 1-6 dari ISA MB karena jumlah pemain yang tidak lengkap sejak awal laga. Satu-satunya kemenangan mereka diperoleh lewat hasil walkout (WO) atas Soccered.

Meski demikian, pelatih Nuh Habibi menegaskan bahwa motivasi anak asuhnya tetap tinggi. “Kami tetap memberi semangat agar pemain tampil all out meski persiapan tim tidak maksimal. Kami akan maksimalkan pertahanan di 10 menit pertama dan andalkan serangan balik cepat,” ujarnya.

Nuh juga berharap kondisi pemain kunci, khususnya di posisi libero dan striker utama, bisa fit untuk diturunkan. “Pertandingan sebelumnya, kami mampu menyelesaikan laga dengan delapan pemain. Itu jadi bukti semangat juang yang luar biasa dan modal moral bagi anak-anak,” tambahnya.

Dengan strategi bertahan rapat dan transisi cepat ke depan, UMS berupaya meminimalkan tekanan dari Pemuda Jaya yang memiliki materi pemain lebih komplet.

Sementara itu, Pemuda Jaya datang dengan motivasi tinggi untuk memperbaiki posisi klasemen. Tim asuhan Bagus Tristyanovan kini menempati posisi tujuh dengan 54 poin, hanya terpaut tipis dari Batavia FC yang berada di peringkat enam.

Bagus menilai laga melawan UMS sebagai kesempatan penting untuk menjaga momentum setelah kemenangan tipis 2-1 atas Mutiara Gemilang pekan lalu, yang memutus tren empat kekalahan beruntun dari tim-tim kuat seperti PSF, Batavia, dan Bina Mutiara. “Kami tetap menargetkan poin maksimal agar bisa masuk lima besar. Tidak ada taktik khusus—kami akan bermain dengan gaya kami, penguasaan bola dan kombinasi passing cepat,” ungkapnya.

Namun, ia juga mengakui adanya kendala dalam hal ketersediaan pemain. “Sejumlah pemain terkendala izin sekolah, jadi kami harus pintar rotasi. Tapi komitmen kami jelas: memaksimalkan semua poin dari laga tersisa,” tegas pelatih muda tersebut.

Secara taktik, pertandingan ini akan mempertemukan dua pendekatan yang kontras.

UMS diprediksi bermain pragmatis dengan blok rendah dan serangan balik langsung, mengandalkan kekuatan fisik dan determinasi tinggi untuk mengimbangi lawan. Sebaliknya, Pemuda Jaya akan berusaha mendominasi jalannya pertandingan lewat kombinasi umpan pendek cepat dan rotasi di lini tengah untuk membuka ruang.

Dengan motivasi tinggi untuk naik ke peringkat enam, Pemuda Jaya diunggulkan secara teknis dan kedalaman skuad. Namun, semangat juang luar biasa UMS yang tetap tampil meski sering kekurangan pemain bisa menjadi faktor kejutan di laga kali ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *