JAKARTA, Tim UMS memperlihatkan semangat juang luar biasa saat menghadapi ISA MB dalam lanjutan Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2025 di Lapangan PSF Pancoran, Minggu (25/10/2025).
Turun hanya dengan 8 pemain termasuk kiper, mereka tetap berani dan memberi perlawanan berarti, dan mencetak satu gol balasan di laga yang berakhir dengan skor 1–6.
Dengan segala keterbatasan pemain akibat perubahan manajemen dan absennya beberapa pemain utama, tim asuhan Nuh Habibi tetap memilih turun ke lapangan ketimbang menyerah tanpa bertanding. Ini menjadi bukti nyata komitmen penuh tim berusia 102 tahun untuk terus berpartisipasi secara serius dalam kompetisi usia muda ibu kota tersebut.
“Kami tetap berusaha tampil maksimal walau hanya delapan pemain. Semua punya spirit sama, menjaga nama UMS. Walau berat, pemain bekerja keras dan berusaha all out. Gol balasan yang kami ciptakan cukup membuktikan keseriusan kami di pertandingan ini,” ujar Nuh Habibi.
Gol tunggal UMS dicetak oleh Zola Zoff Hewis pada menit ke-68, sekaligus menjadi hadiah dari perjuangan gigih para pemain muda tersebut yang sepanjang laga harus bertahan menghadapi gempuran tanpa henti dari ISA MB. Meski tertinggal jauh dalam penguasaan bola, semangat mereka tak pernah padam hingga peluit akhir dibunyikan.
Dari kubu lawan, ISA MB tampil dominan dengan permainan agresif dan terorganisir. Muhammad Rizky Alif S. mencetak hattrick (menit 6, 22, dan 69), diikuti oleh gol Ibnu Agil Alfathir (27’), Adam Mudzaki (29’), serta kapten tim Muhammad Akbar Rizky (37’). Dengan hasil ini, ISA MB tetap bertahan di posisi ke-11 klasemen sementara dengan 31 poin, sementara UMS masih berada di peringkat ke-15 dengan 1 poin.
Pelatih ISA MB, Joko Kuspito, mengakui laga kali ini berjalan lebih ringan bagi timnya, namun tetap memberi manfaat penting dalam pembinaan pemain muda. “Saat tahu tim lawan tidak lengkap, pemain saya biarkan bermain lepas namun tetap dalam skema yang sudah disiapkan. Walau hasilnya tak pengaruhi posisi klasemen, pertandingan ini penting untuk menambah jam terbang pemain,” ujarnya.
Secara statistik, pertandingan ini memang berjalan berat sebelah. ISA MB menguasai 71 persen penguasaan bola, dengan total 15 tembakan tepat sasaran. Sementara UMS hanya memiliki tiga peluang, namun mampu memaksimalkan satu di antaranya menjadi gol. Meskipun begitu, sektor pertahanan UMS menunjukkan efektivitas yang patut diapresiasi. Mereka sukses melakukan tujuh kali jebakan offside terhadap para penyerang ISA MB—pencapaian impresif bagi tim dengan jumlah pemain terbatas.
Dari sisi kedisiplinan, ISA MB tercatat melakukan 15 pelanggaran, sementara UMS hanya 7. Fakta ini menunjukkan bahwa meskipun kalah jumlah pemain dan skor, UMS tetap menjaga sportivitas serta konsistensi bermain dalam koridor taktik yang sudah dirancang.
Dengan hasil ini, semangat dan dedikasi UMS menjadi sorotan utama. Di tengah keterbatasan skuad dan tekanan klasemen, mereka memilih bertarung hingga akhir. Dalam konteks pembinaan sepak bola usia muda, langkah ini menunjukkan bahwa kompetisi seperti Liga Jakarta U-17 bukan hanya soal menang atau kalah, melainkan tentang karakter, keberanian, dan komitmen menjaga eksistensi klub.


