JAKARTA – Bina Mutiara, klub Jakarta yang bermarkas di Kedung Waringin, Bekasi, mencatat sejarah, jadi juara Liga Jakarta U17 Piala Gubernur 2025 yang kali pertama digelar di Indonesia.
Pada pertandingan ke-33 di Pancoran Soccer Field, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (8/11), klub asuhan Aef Barlian ini memastikan diri sebagai juara setelah menekuk Raga Negeri 3-2 dalam pertandingan yang ketat sepanjang 70 menit.
Bina Mutiara nampaknya bakal menang dengan mudah dan dengan banyak skor ketika Muhammad Rana Safi’i Pasi mencetak gol di menit 6 disusul gol Muhammad Rama Fahmi Fauzi di menit 9.

Namun, skor berubah menjadi 2-1 setelah Angga, pemain belakang Raga Negeri, melesakkan gol di menit 16 dan pertandingan babak pertama berkesudahan 2-1 untuk keunggulan Bina Mutiara.
Memasuki babak kedua, Raga Negeri secara tak terduga mampu menyamakan kedudukan melalui Fatik Jalu di menit 38. Skor itu bertahan sampai menjelang 5 menit pertandingan berakhir.
Di bangku cadangan, pelatih Aef Barlian nampaknya sudah ketar-ketir pertandingan akan berakhir seri karena itulah yang paling mereka hindari. Pasalnya, di papan klasemen, Bina Mutiara di posisi teratas dengan 77 poin, dikuntit Farama FC dengan 73 poin. Situasinya tentu akan sangat merepotkan jika Farama menang atas Bintang Kranggan yang bermain setelah laga Raga Negeri vs Bina Mutiara.

Jika itu yang terjadi, poin Bina Mutiara menjadi 78 dan Farama 76. Dengan selisih 2 poin, apapun bisa terjadi di laga terakhir Liga Jakarta U17 ini ketika Bina Mutiara beradu dengan Farama pada Rabu (12/11) sekaligus jadi laga penutup Liga.
Beruntung Bina Mutiara akhirnya mampu unggul 3-2 menyusul pelanggaran terhadap Rama tak jauh dari kotak 16. Rama sendiri yang melakukan tendangan bebas. Tendangan setengah badan Rama menembus pagar yang dibangun Raga Negeri dan langsung menghunjam gawang Raga Negeri yang dijaga Fahri Ramadhan.
“Mereka main bagus,” kata Aef memuji penampilan Raga Negeri yang mampu mengimbangi permainan Bina Mutiara. “Aku sampai ketar-ketir.”

Menurut Aef, para pemain Bina Mutiara sempat lengah ketika unggul 2-0 hingga menit 15 sampai kemudian Angga memperkecil ketertinggalan.
Terlepas dari itu, Aef berharap untuk pertandingan yang berlangsung cepat seperti laga Raga Negeri vs Bina Mutiara, wasit yang memimpin seharusnya yang bisa bergerak cepat.
Aef menyorot momen ketika seorang pemain Raga Negeri menahan dan mendorong Rama di kotak penalti hingga terjatuh. Aksi itu seharusnya membuahkan penalti. Tapi, posisi wasit terlalu jauh dari pusat kejadian.
“Untungnya kami tetap bisa menang,” tambah Aef seraya menyebut H. Firdaus, pemilik klub Bina Mutiara, menyiapkan bonus untuk kemenangan ini. “Kalau bonus sebagai juara, saya belum tahu. Nggak berani tanya.”

Sementara itu, kerugian besar dialami Raga Negeri dengan kekalahan ini. Pasalnya, Raga Negeri yang sebelumnya berada di posisi 8 klasemen, harus turun ke peringkat 9 sedangkan Tunas Betawi yang menang WO atas Tunas Betawi, naik ke posisi 8 dan berhak tampil dalam laga Piala Liga Jakarta U17 yang mempertemukan tim di 8 Besar.
Sebelumnya Raga Negeri berada di posisi 8 dengan 54 poin dan Tunas Betawi di posisi 9 dengan 51 poin. Dengan kemenangan WO atas Putera Betawi dan Raga Negeri kalah dari Bina Mutiara, keduanya harus bertukar tempat setelah Tunas Betawi juga mengumpulkan 54 poin dan unggul selisih gol.
Gol memasukkan dan kemasukan Tunas Betawi menjadi 61-32, sementara Raga Negeri 55-41.***
JADWAL PERTANDINGAN SABTU, 8 NOVEMBER 2025
- LAPANGAN 1 – 07.30 WIB| ABC WIRAYUDHA 1, BATAVIA FC 3
- LAPANGAN 2 – 07.30 WIB| BEKASI FC WO PSF FA
- LAPANGAN 1 – 09.30 WIB| RAGA NEGERI 2, BINA MUTIARA 3
- LAPANGAN 2 – 09.30 WIB| PUTERA BETAWI WO TUNAS BETAWI
- LAPANGAN 1 – 13.00 WIB| FARAMA 3, BINTANG KRANGGAN 0
- LAPANGAN 1 – 09.20 WIB| ISA MARZUKI BANDRIAWAN 0, PEMUDA JAYA 2


