4 Legendaris Sepakbola Indonesia, dari kiri: Berti Tutuarima, Tias Tano Taufik, Patar Tambunan, dan Suryaman.

Duo Legenda SEA Games Turun Tangan! Patar Tambunan & Berti Tutuarima Jaring Bakat Liga Soeratin U15

Posted on

JAKARTA – Upaya membangkitkan marwah sepakbola Indonesia melalui pembinaan usia muda mendapat suntikan tenaga luar biasa. Dua legenda hidup Tim Nasional Indonesia, Patar Tambunan dan Berti Tutuarima, resmi ditugaskan sebagai pemandu bakat (talent scouter) untuk ajang Liga Soeratin U15 tahun 2026.

Kehadiran Patar dan Berti ini melengkapi dua legendaris Indonesia lainnya, Maman Suryaman dan Tias Tano Taufik, yang bertugas menjadi pemandu bakat untuk Liga Jakarta U17 sejak 2025.

Keduanya menyatakan antusiasme tinggi untuk terlibat dalam kompetisi yang digagas oleh para wartawan kawakan di bawah komando Joseph Erwiyantoro. Bagi mereka, ini adalah langkah nyata untuk menciptakan cikal bakal pemain masa depan Indonesia.

Mencari ‘Patar Tambunan’ Baru

Patar Tambunan, bek tangguh peraih medali emas SEA Games 1987 bersama Tias Tano, mengaku siap menjalankan tugasnya dengan maksimal. Pemain yang setia membela Persija Jakarta sepanjang kariernya ini menilai kompetisi usia muda adalah tempat terbaik bagi pemain untuk mengasah skill, mengadu kemampuan, dan melatih mental.

“Saya senang ada kompetisi yang digelar oleh para mantan wartawan. Di tingkat internal Jakarta, ini sangat krusial. Kita tahu sudah 12 tahun terakhir tim DKI Jakarta gagal meloloskan diri ke PON. Harapannya, dari Liga Soeratin U15 ini muncul bibit-bibit yang nantinya bisa memutus tren negatif tersebut,” ujar pria kelahiran Medan, 11 Juni 1965 ini.

Patar, yang merupakan produk Diklat Garuda era 80-an, dikenal memiliki permainan lugas dan tendangan jarak jauh yang mematikan. Pengalamannya diharapkan mampu mendeteksi bakat-bakat terpendam yang memiliki karakter kuat di lapangan.

Kritik Berti Tutuarima: Butuh Kompetisi, Bukan Sekadar Turnamen

Senada dengan Patar, Berti Tutuarima juga menekankan pentingnya jam terbang bagi pemain muda. Menurut peraih medali perak SEA Games 1979 dan semifinalis Asian Games 1988 ini, sepakbola Indonesia saat ini kekurangan kompetisi yang berkelanjutan.

“Sekarang hampir tidak ada kompetisi usia muda yang berkelanjutan, yang ada hanya turnamen-turnamen singkat. Dulu kami punya kompetisi rutin, itulah yang membentuk pemain,” tegas Berti.

Berti menjelaskan bahwa aspek utama yang akan ia pantau adalah progres pemain dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Dengan format kompetisi yang memungkinkan setiap tim bermain hingga 20 kali, kualitas teknik seperti kontrol bola, akurasi passing, hingga visi bermain akan lebih terukur.

“Pemain yang selama ini tidak terlihat bisa menunjukkan kemampuan mereka di sini. Kalau menonjol, tentu ada peluang masuk tim nasional. Tapi kuncinya adalah proses yang benar. Para orang tua jangan hanya berharap anak jadi pemain hebat tanpa didukung kompetisi yang rutin,” tambahnya.

Panel Legenda Bertabur Bintang

Penunjukan Patar dan Berti melengkapi deretan legenda yang terlibat dalam proyek pembinaan ini. Di level Liga Jakarta U17, sudah ada nama Maman Suryaman (peraih emas SEA Games 1991) serta Tias Tano Taufik (peraih emas SEA Games 1987).

Kehadiran para pahlawan bangsa ini di pinggir lapangan diharapkan menjadi inspirasi besar bagi para pemain muda. Liga Jakarta U17 dan Liga Soeratin U15 kini menanggung harapan besar sebagai titik awal kebangkitan fondasi sepak bola Indonesia yang lebih kokoh.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *