JAKARTA Kompetisi yang panjang memberi kesempatan setiap tim untuk berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Hal itulah yang mulai terlihat pada penampilan Toyo Haryono FC di Liga Soeratin U-15 Jakarta 2026. Setelah mengawali musim dengan hasil kurang memuaskan, Toyo Haryono kini mulai menunjukkan perkembangan yang berbuah kemenangan beruntun.
Pada lanjutan Grup Barat yang berlangsung di Lapangan PSF Pancoran, Minggu (26/7), Toyo Haryono FC mengalahkan Rorotan United dengan skor tipis 1-0. Gol tunggal Muhammad Alif Al Faqih pada menit ke-25 menjadi pembeda sekaligus memastikan tiga poin penting bagi tim tersebut. Ini menjadi kemenangan kedua beruntun setelah di pekan ke-3 mereka juga sukses mengalahkan Real Jakarta dengan skor 2-0.
Kemenangan ini sekaligus memperlihatkan hasil evaluasi yang dilakukan tim pelatih berjalan sesuai rencana. Manajer Toyo Haryono FC, Tian Usti R., mengakui komunikasi antarpemain mulai berkembang dibanding awal kompetisi.
“Komunikasi pemain saat pertandingan sudah jauh lebih baik. Memang saat latihan pemain tidak selalu lengkap, tetapi di lapangan mereka mulai saling memahami,” ujarnya.
Meski demikian, Tian mengakui masih ada sejumlah aspek yang harus diperbaiki, terutama kondisi fisik dan transisi permainan. Menurutnya, kedua hal tersebut menjadi pekerjaan rumah yang akan menjadi fokus latihan dalam beberapa pekan ke depan.
Selain itu, pergantian pemain juga dilakukan tidak hanya berdasarkan kebutuhan taktik, tetapi sebagai bagian dari proses pembinaan agar seluruh pemain memperoleh kesempatan bertanding.
Di kubu Rorotan United, Manajer Saprial Azhar menilai kekalahan timnya lebih disebabkan kurang maksimalnya penyelesaian akhir. Padahal, menurutnya, pola permainan yang dirancang tim pelatih sudah berjalan sesuai rencana.
Faktor lain yang membuat timnya tidak berkembang adalah adanya beban harus menang, karena di pertandingan terdahulu mereka berhasil memetik angka penuh untuk pertama kali nya saat berhadapan dengan UMS FC dengan skor 1-0.
“Ada sedikit miskomunikasi di lapangan dan pemain seperti terbebani setelah menang pada pertandingan sebelumnya. Kami sebenarnya mampu menguasai bola, tetapi gagal memanfaatkan peluang menjadi gol,” katanya.
Saprial menjelaskan setiap pertandingan selalu dievaluasi secara menyeluruh. Tim pelatih membandingkan penampilan anak-anak dengan laga sebelumnya, kemudian melakukan diskusi bersama pemain untuk mengetahui alasan instruksi di lapangan tidak dijalankan.
Dalam pengamatan Patar Tambunan, mantan anggota Timnas Indonesia yang kini menjadi pemandu bakat Liga Soeratin U-15 Jakarta ini, perkembangan Toyo Haryono adalah contoh bagaimana sebuah kompetisi mampu menjadi sarana pembinaan yang efektif.
Menurut Patar, pola permainan kedua tim memang belum banyak berubah dibanding tiga pertandingan sebelumnya. Namun, keberhasilan Toyo Haryono membukukan dua kemenangan beruntun setelah kalah pada laga pembuka menunjukkan adanya kemajuan yang nyata. “Itulah fungsi kompetisi dengan jumlah pertandingan yang banyak. Tim memiliki kesempatan mengevaluasi kekurangan, memperbaikinya saat latihan, lalu menerapkannya pada pertandingan berikut. Dari proses itulah perkembangan akan terlihat,” ujar Patar.
Ia menambahkan, kualitas sebuah tim tidak hanya diukur dari kemenangan, tetapi juga dari kemampuan manajemen dan pelatih mengembangkan pemain secara bertahap sepanjang kompetisi. Tim yang memiliki proses pembinaan baik, menurutnya, akan menunjukkan peningkatan performa dari pekan ke pekan.
Tambahan tiga poin membuat Toyo Haryono FC naik dua peringkat ke posisi keempat klasemen sementara dengan enam poin hasil dua kemenangan dan dua kekalahan. Sebaliknya, Rorotan United turun ke peringkat ketujuh setelah baru sekali meraih kemenangan dari empat pertandingan, sementara persaingan di papan tengah Grup Barat semakin ketat.


