Gol kedua Pemuda Jaya ke gawang ISA MB (foto: Prasetyo)

Atasi ISA MB 2-0 Pemuda Jaya Kunci Posisi 7 Klasemen Akhir Liga Jakarta U-17

Posted on

JAKARTA, Tim Pemuda Jaya memastikan diri finis di peringkat 7 klasemen akhir Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2025 setelah menundukkan ISA MB dengan skor meyakinkan 2-0 di Lapangan PSF Pancoran, Sabtu (8/11/2025). Dua gol kemenangan dicetak oleh Rayhan Gaza Alghifari, yang tampil gemilang sepanjang laga.

Pertandingan berlangsung di bawah kondisi lapangan yang agak tergenang akibat hujan deras sebelumnya, namun hal itu tidak menghalangi kedua tim tampil agresif sejak menit awal. Pemuda Jaya membuka keunggulan di menit ke-25 melalui sepakan keras Rayhan Gaza dari luar kotak penalti. Gol kedua datang di menit ke-60 lewat tendangan bebas dari sisi kiri lapangan, lagi-lagi melalui eksekusi sempurna Gaza.

Hasil ini membawa Pemuda Jaya menutup musim dengan 69 poin dari 34 pertandingan, sedangkan ISA MB harus puas di posisi 11 klasemen akhir dengan 41 poin.

Secara statistik, Pemuda Jaya menunjukkan dominasi di semua lini. Mereka menguasai bola hingga 56%, melakukan 15 tembakan (9 di antaranya tepat sasaran), sementara ISA MB hanya mencatatkan 10 tembakan dan 4 yang mengarah ke gawang. Agresivitas Pemuda Jaya juga tercermin dari jumlah pelanggaran (12 kali) yang menunjukkan tekanan tinggi sepanjang pertandingan. Akibat tekanan beruntun tersebut pemain ISA harus bekerja keras menjaga gempuran lawan yang membuahkan satu kartu merah akibat akumulasi dua kartu kuning untuk kapten tim Muhammad Akbar Rizky.

Pelatih Bagus Tristyanovan mengungkapkan bahwa kemenangan ini merupakan hasil konsistensi penerapan strategi bermain cepat dan efektif.

“Dua gol yang tercipta adalah ciri khas permainan kami — satu dua sentuhan, menyerang cepat dari sisi lapangan, dan penyelesaian yang tak terduga,” ujarnya.

Meski mengaku belum mencapai target awal untuk menembus dua besar, Bagus menilai performa anak asuhnya musim ini sudah menunjukkan kemajuan signifikan, terutama dalam aspek mental bertanding. “Kompetisi ini menjadi ajang pengembangan bagi para pemain kami. Mereka belajar tentang tanggung jawab, kerja tim, dan tekanan kompetisi panjang,” tambahnya.

Dalam laga ini, Pemuda Jaya tampil dengan pola 4-3-3 fleksibel yang berubah menjadi 4-2-3-1 saat bertahan. Penekanan dilakukan pada transisi cepat dari sayap kanan, memanfaatkan kecepatan lini tengah dan ketajaman Rayhan Gaza sebagai ujung tombak. Sementara di sisi lain, ISA MB tetap dengan formasi baku 4-3-3, namun sering kehilangan koordinasi antar lini saat menghadapi tekanan di tengah.

Kelemahan terbesar ISA MB terlihat pada penyelesaian akhir dan minimnya kreativitas di area tengah, membuat serangan mereka mudah dipatahkan. “Dua gol yang terjadi akibat kesalahan koordinasi dan kehilangan fokus,” kata pelatih Joko Kuspito. Ia menambahkan, keterbatasan pemain yang rutin hadir latihan menjadi salah satu penyebab tidak stabilnya performa tim.

Meski gagal menembus lima besar, pelatih Bagus menilai musim ini sebagai momentum regenerasi untuk menyiapkan skuad lebih kompetitif pada edisi 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *