Anggota DPRD DKI Achmad Ruslan (baju putih) saat mengunjungi penyelenggaraan Kompetisi Liga Jakarta U-17.

Achmad Ruslan Dukung Penuh Liga Jakarta U-17, Kritik KONI DKI yang Gagal Wujudkan Prestasi

Posted on

JAKARTA, Anggota DPRD DKI Jakarta dari Komisi E Bidang Olahraga, Achmad Ruslan, menegaskan pentingnya kompetisi jangka panjang seperti Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2025 sebagai wadah pembinaan dan pengembangan potensi pesepak bola muda.

Ia menyebut, format kompetisi liga jauh lebih produktif dibandingkan turnamen singkat yang hanya bersifat seremonial tanpa pembinaan berkelanjutan.

“Sebuah kompetisi dengan format liga adalah fasilitas untuk pengembangan potensi dan prestasi. Kalau hanya sebatas turnamen, jangka waktunya pendek dan tidak berproses. Liga seperti Liga Jakarta ini luar biasa, karena memberi ruang bagi anak-anak berkompetisi sepanjang musim,” ujar Achmad Ruslan di lapangan PSF Pancoran, Jakarta, Sabtu (9/11/2025).

Menurut Ruslan, dengan sistem pertandingan panjang yang bisa mencapai lebih dari 30 laga dalam satu musim, para pemain muda mendapatkan jam terbang yang cukup untuk mengasah kemampuan teknis, fisik, dan mental bertanding. Ia menilai, hal ini menjadi “laboratorium pembinaan” yang nyata bagi sepak bola usia muda di ibu kota.

“Kalau sudah satu musim penuh, anak-anak bisa berproses secara konsisten. Dari situ lahir bakat dan prestasi. Kompetisi seperti ini tidak mungkin hanya untuk cari keringat atau kesehatan — pasti tujuannya pembinaan dan prestasi,” tegasnya di sela-sela menyaksikan pertandingan di Liga Jakarta U-17.

Ruslan juga menyoroti lemahnya manajemen olahraga di DKI Jakarta, terutama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI. Ia menilai, besarnya anggaran yang diterima untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) belum diimbangi dengan prestasi yang memadai. “Kata Ketua Komisi E DPRD periode lalu, KONI DKI dapat hibah dari dinas olahraga hingga Rp400 miliar untuk PON lalu, tapi prestasinya tidak ada. Padahal saat presentasi targetnya juara umum,” ujarnya.

“Ini jadi catatan serius bagi kami di DPRD. Jangan sampai anggaran rakyat sebesar itu terbuang percuma tanpa hasil nyata,” tambahnya.

Ruslan menegaskan, pembinaan olahraga seharusnya dilakukan dari bawah — bukan hanya mengandalkan perekrutan instan atau “bajak pemain” dari luar. Menurutnya, Liga Jakarta U-17 adalah contoh nyata bagaimana pembinaan seharusnya dijalankan dengan sistem kompetisi panjang dan berbasis potensi lokal.

“Masih banyak anak-anak di DKI yang punya potensi besar. Mereka perlu wadah kompetitif seperti Liga Jakarta, bukan sekadar jadi komoditas jual-beli atlet. Pembinaan itu bukan profesional, tapi proses jangka panjang,” ucapnya.

Sebagai pembina Persija Barat, Achmad Ruslan juga menyatakan komitmennya untuk memperkuat pembinaan usia muda melalui klub tersebut. Ia berencana membangun sistem latihan teratur, meningkatkan kualitas pemain, dan menjadikan Persija Barat sebagai cikal bakal tim profesional.

“Kami akan bentuk tim yang berkualitas, dengan latihan rutin dan persiapan maksimal. Target jangka pendeknya mencetak atlet muda, jangka menengahnya mengikuti Liga 3, dan mudah-mudahan bisa naik ke Liga 2,” jelasnya.

Selain itu, ia mengungkapkan rencana menggelar Liga U-19 Persija Barat sebagai kelanjutan dari Liga Jakarta U-17, khusus untuk wilayah Jakarta Barat. Kompetisi ini diharapkan menjadi jalur kesinambungan pembinaan usia muda agar para pemain memiliki tahapan karier yang jelas.

“Liga Jakarta U-17 sudah terbukti positif. Karena itu, kami akan lanjutkan dengan Liga U-19 Persija Barat agar pembinaan berjenjang ini terus hidup. Pemerintah daerah dan Asprov PSSI DKI harus ikut mendukung,” katanya.

Ruslan juga meminta agar Pemprov DKI Jakarta memberi perhatian lebih terhadap event semacam Liga Jakarta U-17, termasuk dukungan fasilitas dan anggaran berkelanjutan. “Pemerintah, termasuk Gubernur dan jajarannya, harus paham bahwa pembinaan olahraga tidak hanya lewat PPOP. Kompetisi seperti ini justru yang melahirkan talenta sejati,” tutupnya.

Dengan komitmen DPRD, klub, dan panitia penyelenggara, Liga Jakarta U-17 diharapkan menjadi fondasi kuat bagi lahirnya generasi baru pesepak bola Jakarta — bukan sekadar ajang tahunan, tapi sistem pembinaan jangka panjang yang berorientasi pada prestasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *