JAKARTA, Tim Toyo Haryono FC akhirnya bisa juga merasakan kemenangan setelah enam pertandingan grup putih Liga Jakarta U-17 tahun 2026. Hal itu terjadi saat mereka berhasil membalikkan keadaan dan mengalahkan Pemuda Jaya dengan skor 2-1 di Lapangan PSF Pancoran, Minggu (30/8).
Laga pekan keenam yang berdurasi 2×35 menit itu datar sepanjang babak pertama. Keadaan mulai berubah dan intensitas meninggi begitu tendangan Achmad Fadholi Nawawi membawa Pemuda Jaya unggul 1-0 pada menit 42, hasil memanfaatkan kelengahan lini belakang Toyo Haryono.
Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Muhammad Septian Alhudi berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-55, sebelum Achmad Syafi Alawi mencetak gol pembalik keadaan hanya dua menit berselang, tepatnya pada menit ke-57. Skor 2-1 bertahan hingga akhir pertandingan.
Pelatih Toyo Haryono, Riski Ardiansyah, mengungkapkan bahwa perubahan posisi di hampir seluruh sektor menjadi kunci kemenangan perdana timnya. “Dua pemain belakang disuruh lebih sering naik ke tengah berganti posisi dengan dua pemain tengah yang dipasang jadi pemain bertahan. Satu pemain tengah naik jadi striker dan satu striker disuruh lebih banyak main di belakang,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa strategi ini berhasil membuat sektor pertahanan yang sebelumnya menjadi kelemahan tim mampu tampil sesuai instruksi. “Ini hasil dari evaluasi menyeluruh setelah lima pertandingan tanpa kemenangan,” tambah Riski.
Di sisi lain, pelatih Pemuda Jaya, Bagus Tristyanovan, mengakui timnya tidak dalam kondisi terbaik. “Kami hanya bawa 11 pemain. Tiga orang juga tidak sepenuhnya fit. Sejumlah pemain utama ada agenda lain yang tak bisa mereka tinggalkan,” ungkapnya.
Bagus menyayangkan kelengahan timnya setelah unggul. “Awalnya permainan berjalan lancar, namun pemain terlena saat bisa mencetak gol. Setelah itu mereka merasa di atas angin dan lengah sehingga lawan mampu membalikkan keadaan,” sesalnya.
Meski meraih kemenangan perdana, posisi Toyo Haryono FC di klasemen Grup Putih tidak berubah, tetap berada di posisi delapan atau juru kunci dengan tiga poin. Sementara Pemuda Jaya juga masih bertahan di peringkat enam dengan lima poin.


