JAKARTA, Kompetisi Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2025 memasuki pekan terakhir dengan duel menarik antara ISA MB dan Pemuda Jaya, yang akan digelar di Lapangan PSF Pancoran, Sabtu (8/11/2025) pukul 14.30 WIB. Laga ini menjadi penentu akhir bagi Pemuda Jaya untuk menutup musim dengan kemenangan sekaligus peluang memperbaiki posisi di papan klasemen.
Saat ini, Pemuda Jaya menempati peringkat ke-7 dengan 63 poin, sementara ISA MB berada di peringkat ke-11 dengan 41 poin. Bagi Pemuda Jaya, kemenangan dalam laga pamungkas ini akan sangat penting. Jika berhasil mengemas tiga poin, mereka akan menutup kompetisi dengan 69 poin dan berpotensi naik ke posisi ke-6, tergantung hasil pertandingan ABC Wirayudha (68 poin) dan Batavia FC (67 poin) yang berlangsung di hari yang sama.
Sebaliknya, bagi ISA MB, pertandingan ini menjadi kesempatan menutup musim dengan catatan positif setelah tampil inkonsisten dalam beberapa laga terakhir.
Pelatih Pemuda Jaya, Bagus Tristyanovan, menyatakan bahwa timnya dalam kondisi antusias menjelang laga ini. “Pemain antusias dalam menjalani latihan di sesi game internal setelah energi mereka sempat tertahan karena laga tunda pekan lalu batal digelar,” ujarnya.
Meski sudah dipastikan finis di delapan besar, Bagus menegaskan timnya tetap serius. “Kami ingin tutup kompetisi ini dengan hasil terbaik. Targetnya tetap menang. Selain itu, laga ini juga kami pakai sebagai bagian dari regenerasi tim untuk musim depan,” tegasnya.
Dalam aspek teknis, Bagus menyebut timnya fokus memperbaiki kombinasi serangan dan memaksimalkan peluang di depan gawang. Absennya dua pemain penting, kapten Rizki Ramadhan dan bek Carel Hasudungan, menjadi tantangan tersendiri. Namun, ia optimistis pemain muda yang menggantikan posisi tersebut bisa tampil maksimal.
Di kubu lawan, pelatih ISA MB, Joko Kuspito, menilai timnya tetap mempersiapkan diri dengan latihan rutin tanpa perubahan besar dalam strategi. “Kami tidak ada persiapan khusus, hanya pematangan fisik dan koordinasi tim. Formasi tetap 4-3-3 dengan menekankan kedisiplinan posisi, baik saat menyerang maupun bertahan,” kata Joko.
Pelatih yang dikenal mengutamakan penguasaan bola itu menyoroti kelemahan mendasar timnya yang kerap kehilangan konsentrasi di lini depan. “Kami harus lebih tenang saat menguasai bola dan mengurangi kesalahan sendiri, terutama dalam penyelesaian akhir. Itu yang jadi fokus utama kami,” tambahnya.
ISA MB datang ke laga ini dengan modal hasil imbang 2-2 melawan ABC Wirayudha (peringkat 4), setelah sebelumnya kalah 0-3 dari Bintang Ragunan (peringkat 14). Sementara Pemuda Jaya tengah dalam tren positif, menang dua kali beruntun atas Mutiara Gemilang (2-1) dan UMS (3-0).
Secara taktik, laga ini diprediksi berlangsung dengan intensitas sedang namun penuh determinasi. Pemuda Jaya kemungkinan akan mengandalkan pola permainan penguasaan bola dan kombinasi umpan pendek cepat, dengan fokus pada kecepatan transisi dari lini tengah ke depan. Absennya bek utama bisa membuat Bagus menurunkan formasi lebih fleksibel dengan pressing tinggi untuk menekan sejak awal.
Sementara ISA MB cenderung bermain disiplin dengan pertahanan rapat dan berusaha mengontrol ritme pertandingan melalui ball possession. Dengan formasi 4-3-3, mereka akan mencoba menahan tekanan Pemuda Jaya dan memanfaatkan serangan balik cepat.


