Duel perebutan bola antara pemain PSF (hijau kuning) dengan pemain Bina Mutiara (Abu-abu). Foto: Tjandra M. Amin

Kalahkan PSF 2-0 Bina Mutiara Kokoh di Puncak Klasemen Grup Merah Liga Jakarta U-17

Posted on

JAKARTA – Bina Mutiara mengamankan kemenangan 2-0 atas PSF pada pekan ke-10 Grup Merah Liga Jakarta U-17 2026 di Lapangan PSF, Pancoran, Minggu (25/10). Hasil ini semakin mengukuhkan posisi Bina Mutiara di puncak klasemen dengan koleksi 25 poin.

Dua gol kemenangan Bina Mutiara dicetak Rehan Pratama pada menit ke-42 dan Yafi Wahyu Purdilla DJ pada menit ke-60. Kemenangan tersebut sekaligus memperlihatkan kemampuan Bina Mutiara memanfaatkan perubahan permainan lawan setelah babak pertama berlangsung relatif seimbang.

Pada paruh pertama, Bina Mutiara belum mampu menunjukkan permainan kolektif yang efektif. Pola serangan tim asuhan Riski Nurpirdaus cenderung tidak terorganisasi, dengan sejumlah pemain lebih mengandalkan aksi individual. Akibatnya, banyak upaya menyerang terhenti sebelum menghasilkan ancaman berarti.

PSF, di bawah arahan Joko Kuspito, justru tampil cukup solid dalam mengawal pertahanan. Koordinasi antarpemain di lini belakang membuat Bina Mutiara kesulitan menembus pertahanan. Namun, PSF juga menghadapi persoalan ketika membangun serangan. Umpan dari lini belakang belum mampu diterjemahkan menjadi peluang berbahaya bagi gawang lawan.

Memasuki babak kedua, pertandingan berubah setelah PSF melakukan tiga pergantian pemain sekaligus. Perubahan tersebut justru membuat koordinasi antara lini pertahanan dan tengah PSF kehilangan kekompakan. Bina Mutiara memanfaatkan celah itu untuk meningkatkan efektivitas serangan.

Gol Rehan pada menit ke-42 membuka keunggulan Bina Mutiara. Gol tersebut menjadi momentum bagi tim untuk tampil lebih terarah. Keunggulan kemudian bertambah melalui Yafi Wahyu Purdilla DJ pada menit ke-60, sekaligus memastikan kemenangan 2-0 hingga pertandingan berakhir.

Pelatih Bina Mutiara, Riski Nurpirdaus, mengakui anak asuhnya tampil kurang disiplin pada babak pertama. Ia sengaja memberikan keleluasaan kepada pemain untuk berkreasi, tetapi pendekatan tersebut tidak berjalan sesuai harapan.

“Babak pertama saya lebih memberi ruang kepada pemain untuk banyak berkreasi dan hanya memberi instruksi umum. Sayangnya, mereka seperti bermain tanpa pola dan individualistis,” kata Riski.

Setelah turun minum, ia mengingatkan pemain untuk kembali menjalankan pola permainan yang biasa diterapkan. Perubahan itu akhirnya menghasilkan dua gol kemenangan.

Sementara itu, Joko Kuspito menilai koordinasi pertahanan PSF cukup baik pada babak pertama. Namun, keterbatasan waktu latihan membuat rencana permainan belum terlaksana secara maksimal. Ia juga mengakui pergantian pemain pada babak kedua tidak memberikan progres seperti yang diharapkan.

Hasil ini membuat Bina Mutiara semakin nyaman di puncak klasemen Grup Merah dengan 25 poin. Sebaliknya, PSF tertahan di peringkat ketujuh dari delapan peserta dengan koleksi tujuh poin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *