Salah satu pertandingan Liga Soeratin Jakarta U-15. Foto; Prasetyo

Hadiah Spesial Menanti Bina Mutiara jika Mampu Raih Juara Paroh Musim

Posted on

JAKARTA, Pemuncak klasemen sementara, Bina Mutiara, hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk memastikan diri sebagai juara paruh musim kompetisi klasemen grup Barat Liga Soeratin U-15 Jakarta 2026. Halangan terakhir yang akan mereka hadapi adalah tim peringkat 6 Toyo Haryono FC di lapangan PSF Pancoran, Sabtu (5/9).’

Bina Mutiara kokoh di puncak dengan koleksi 16 poin, hasil dari lima kemenangan dan satu hasil imbang. Keunggulan satu angka atas pesaing terdekat, PSF (15 poin), membuat laga ini krusial. Jika anak asuh Abd Gafur berhasil meraih tiga poin, mereka akan mengamankan posisi puncak klasemen dan secara matematis tidak terkejar oleh PSF yang hanya mampu mengumpulkan maksimal 18 poin. Namun, jika Bina Mutiara terpeleset—kalah atau seri—dan PSF menang di pertandingan lainnya, maka posisi puncak akan berganti pemilik.

Menghadapi laga penentu ini, Pelatih Bina Mutiara, Abd Gafur, mengaku tidak melakukan persiapan khusus. “Tak ada persiapan khusus, seluruh tim kami anggap sama kuatnya dan tiap pertandingan adalah partai final,” ujarnya. Ia menegaskan timnya akan tetap setia dengan strategi progresif cepat dan penguasaan bola (possession football) dengan formasi 1-4-3-3 yang sudah menjadi ciri khas mereka.

Meski harus kehilangan tiga pemain kunci yang absen, Gafur menyebutkan bahwa ada hadiah spesial yang akan menanti para pemain jika mereka berhasil memenangi laga ini dan mempertahankan posisi puncak.Di sisi lain, pelatih Tian Usti Rooney menyatakan timnya akan memaksimalkan seluruh materi pemain yang dimiliki. “Kami akan memaksimalkan seluruh materi pemain saat menghadapi Bina Mutiara yang pemuncak klasemen,” tegasnya. Ia memastikan tidak ada perubahan susunan pemain dan semua dalam kondisi lengkap, dengan formasi yang akan menyesuaikan kondisi di lapangan.

Kemenangan bagi Toyo Haryono akan mengangkat mereka ke peringkat kelima, dengan catatan Rorotan United yang bertanding melawan Bina Taruna gagal meraih poin penuh. Sebaliknya, kekalahan bisa menjerumuskan mereka ke posisi lebih rendah jika UMS berhasil menaklukkan Real Jakarta di laga paralel.

Laga ini menjadi penentu tidak hanya bagi nasib Bina Mutiara sebagai penguasa paruh musim, tetapi juga bagi Toyo Haryono yang berusaha menjauh dari zona bawah klasemen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *